Catatan Seorang Ukhti….


Ibu telah mendidikku semenjak kecil agar menjaga maruah dan mahkota diriku karena Allah telah menetapkannya untukmu suatu hari nanti. Kata ibu, tanggungjawab ibu bapak terhadap anak perempuan ialah menjaga dan mendidiknya sehingga seorang lelaki mengambil-alih tanggungjawab itu dari mereka. Jadi, kau telah wujud dalam diriku sejak dulu. Sepanjang umurku ini, aku menutup pintu hatiku dari lelaki manapun karena aku tidak mau membelakangimu.

 

Aku menghalang diriku dari mengenali lelaki manapun karena aku tidak mau mengenal lelaki lain selainmu, apa lagi memahami mereka. Karena itulah aku sekuat ‘kodrat yang lemah ini’ membatasi pergaulanku dengan bukan mahramku. Aku lebih suka berada di rumah karena rumah itu tempat yang terbaik buat sorang perempuan. Aku sering merasa tidak selamat dari diperhatikan lelaki. Bukanlah aku bersangka buruk terhadap kaummu, tetapi lebih baik aku berwaspada karena contoh banyak di depan mata.

 

Aku palingkan wajahku dari lelaki yang asyik memperhatikan diriku atau coba merayuku. Aku sedaya mungkin melarikan pandanganku dari lelaki ajnabi (asing) karena Sayyidah Aisyah r.a pernah berpesan, “Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki.” Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang. Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.

 

Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan. Bagaimana akan kujawab di hadapan ALLAH kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi? Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias pribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah. Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?

 

Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu. Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.

 

Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa. Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan ? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.

 

Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku. Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.

 

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.

 

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati juataan gadis untuk membuat aku terpikat.

 

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.

 

Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga….

 

 

Cukup cintai dia dalam diam..,

Bukan kerana membenci hadirnya.. tetapi menjaga kesucinnya

bukan kerana menghindari dunia.. tetapi meraih syurgaNYA

bukan kerana lemah untuk menghadapinya.. tetapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..

 

 

Cukup cintai dia dari kejauhan..,

Kerana hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari ujian..

kerana hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan..

kerana mungkin sajakan membawa kelalaian hati-hati yang terjaga..

 

 

 

Cukup cintai dia dengan kesederhanaan..,

Memupuknya hanya akan menambah penderitaan..

menumbuhkan harapan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan..

 

Maka cintailah dia dengan keikhlasan..,

 

Cukup cintai dia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhaan dan keikhlasan..

 

Kerana tiada yang tahu rencana Tuhan.. mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan..

 

Kerana hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan.. serahkan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya.. biarkan DIA yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya..

 

Kesuksesan dengan kebahagian……sebuah keniscayaan kah ??????????????


Membicarakan masalah kesuksesan  dan kebahagian masing-masing orang akan menanggapi dengan perspektif yang berbeda, karena ukuran kesuksesan setiap individu dengan individu lainnya bisa berbeda. Kesuksesan dan kebahagiaan tidak bisa diukur dari berapa jumlah uang yang dimiliki, berapa jumlah rumah yang dimiliki, berapa jumlah mobil yang dimiliki bahkan tidak bisa dinilai dari berapa berapa prestasi yang telah dimiliki. Kesuksesan dan kebahagiaan itu bagi saya masalah keyakinan qolbu, sehingga parameter kesuksesan dan kebahagiaan dapat diukur menurut keyakinan dari masing-masing individu, tidak bisa parameter kesuksesan dan kebahagiaan dipandang dari kacamata perspektif orang lain.

Terdapat sebuah kisah yang mungkin dapat dijadikan sebuah pelajaran bagi kita semua. Seorang kaya raya dengan mobil yang mewah tiba-tiba berhenti di depan seorang pemulung yang sedang menikmati sarapan pagi. Menu sarapan seorang pemulung berupa nasi dengan lauk telur dadar beserta sayuran dengan ditambah segelas teh hangat. Sambil makan seorang pemulung tersebut berpikir dan berbicara dalam hati “orang yang naik mobil mewah ini, adalah orang yang sukses dan bahagia bisa menikmati hidup.” Namun sama halnya dengan seorang yang mengendarai mobil mewah tersebut, sambil memandang seorang pemulung yang sedang menikmati sarapan pagi. Seorang pengendara mobil mewah tersebut berbicara dalam hati, “orang ini adalah orang yang paling bahagia dalam kehidupannya”. Ternyata seorang pengendara mobil tersebut sedang menderita penyakit Di abetes mellitus, Naudzubillah himin dzaliq.  Begitulah sebuah kesuksesan dan kebahagiaan dari masing-masing individu tidak bisa dipandang dari perspektif kacamata orang lain. Kesuksesan itu menurut orang jawa “wang si nawang”. Kesuksesan yang bisa menimbulkan kebahagian hanya bisa diukur oleh setiap qolbu masing-masing individu.

Orang kaya belum tentu bahagia, begitu pula orang miskin bisa jadi lebih bahagia dibandingkan orang kaya. Namun akan lebih baik jika kaya ditambah bahagia, Amin ya Rabb.

Sosok Wanita Idaman


Sosok Wanita Idaman

 

Sosok wanita idaman………weit…….kalimat ini mungkin sangat subyektif bagi setiap orang laki-laki….hehe. Ya, subyektifitas masing-masing laki-laki pasti berbeda ketika ditanya makna wanita idaman. Sebelum menikah wajar seorang laki2 memiliki pandangan dan keinginan untuk memiliki seorang istri atau seorang pendamping yang diidamkan untuk menemani seumur hidupnya…hehe. Sebelum dibahas dalam sudut pandang saya, ada pertanyaan apa sih wanita? dan apa sih idaman itu? Wanita itu ibarat ibu kita yang selalu membimbing, mengayomi dan melindungi anaknya, yang rela mengorbankan jiwa dan hartanya hanya untuk kebaikan anaknya. Sehingga seorang ibu juga wajib dilindungi, dihormati, dijaga, dilayani, diperhatikan dan dijawab keinginannya, karena ibu pun sudah mengorbankan semuanya untuk kita.

Sekarang tentang idaman, idaman berasal dari kata ida dan man……ida itu keinginan baik, man itu laki2…jadi idaman itu keinginan baik laki-laki…..haha (*Ngawur bgt..hehe).

Yang jelas seorang wanita idaman adalah seorang wanita yang siap taat kepada suaminya sesuai yang diajarkan oleh Agama. Seorang wanita yang benar-benar menjadi tulang rusuk bagi suaminya, taat kepada Alloh,  Rosulluloh SAW, dan suaminya.

Wanita idaman itu seorang wanita yang rela berjuang untuk hidupnya dengan mempertahankan keistiqomahnnya, menjaga kesholihannya, menghormati orang tuanya, menjaga perilakunya…dan lain sebagainya …berat euy….hehehe. wanita idaman itu juga seorang wanita yang pemberani memiliki daya banting untuk mempertahankan keistiqomahannya…wah berat bro…hehe.

Sosok wanita idaman adalah wanita yang siap menolong Agama Alloh, yang bangga akan Islam, yang berani menunjukkan identitas bahwasannya IAM MUSLIMAH and IAM PROUD, yang siap berkontribusi untuk masyarakat, yang tidak pernah takut kehilangan teman hanya karena statusnya berjilbab dan menjadi guru ngaji,.

Wanita idaman adalah seorang wanita yang siap menjaga hati dan harga diri suaminya. Seorang wanita yang menjauhi, menjaga dan membatasi dalam berbicara dan bercanda dengan lawan jenis yg bukan mahramnya, seorang sosok wanita yang berusaha menjauhi khalwat dengan lawan jenis atau seorang wanita yang pantang dan selalu berusaha menjauhi berduaan dengan laki2.

Wanita idaman ibarat seorang teman sejati yang selalu mengingatkan kita disaat kita berbuat salah dan selalu mengajak berbuat kebaikan. Seorang wanita idaman adalah seorang wanita yang mampu menahan amarah, suka memaafkan orang lain, tidak suka mebicarakan kejelakan orang lain, suka memberi kepada orang membutuhkan diwaktu lapang dimaupun sempit. Seorang wanita yang tidak pernah menghardik kepada anak yatim, orang miskin maupun orang dhuafa.

 

Itulah seorang wanita idaman menurut persepsiku kawan, persepsi kalian mungkin berbeda. Mohon doanya saja semoga Alloh menganugerahkan wanita idaman seperti yang saya deskripsikan diatas untuk dijadikan jodoh atau istri saya…amin ..hehe.

Fokus semua karena Alloh dan untuk Alloh SWT.


Akhir-akhir ini saya lebih mengerti dan memahami makna tentang kehidupan. Kehidupan dunia itu masalah, Mau hidup didunia ya harus berani menghadapi masalah, berani menghadapi kegalaun, berani menghadapi kekecewaan dan kesakit hatian.

Hidup itu bisa membuat kegalauan, kekecewaan, kesakithatian, namun kadang hidup juga bisa membuat kesenangan, kegembiraan, kebahagian, tak mestilah hidup ini. Ya mungkin inilah kehidupan dunia, terus berjalan, kadang tak tau arah, namun tetap harus dipaksakan untuk berjalan.

Ya Alloh salah apa hambamu ini, kadang sangat terasa sekali kekecewaan dan sakit hati hamba, namun kadang hamba juga lupa akan Engkau ketika hamba saat dalam kegembiraan dan kebahagiaan. Maunya hamba mengengam dunia karena Mu, tapi terkadang hamba tergenggam oleh dunia dan melupakanMu.

Teringat syair lagu TPA:

Tak Satupun Manusia, Mencapai Tingkat Sempurna , Hanya Allah Sang Penguasa, Yang Tak kan Pernah Sirna.

Manusia Bukanlah Malaikat, Yang Slalu Benar Dalam Berbuat,  Bukan Pula Makhluk Terlaknat, yang Slalu Berkhianat.

Kehidupan Terasa Indah, Jika Tidak Salah Melangkah, Bila Kita Slalu Berserah, Pada Allah Maha Pemurah

Bismillah saatnya mulai berbenah, selalu ingat akan Engkau dalam keadaan apapun adalah kuncinya, hingga hamba tak seperti sekarang ini, yang selalu mencurahkan isi hati disaaat hamba membutuhkan Engkau. Fokus semua karena Alloh dan untuk Alloh SWT.

Allahmumma yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinika wa ‘alaa thaa’atik (Ya Alloh Yang Maha Membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku atas Agama-Mu dan ketaaan pada-Mu)

 

Tiada duka yang abadi didunia
Tiada sepi merantaimu selamanya
Malam ‘kan berakhir, hari ‘kan berganti
Takdir hidup ‘kan dijalani

Tangis dan tawa nyanyian yang mengiring
Hati yang rindukan cinta dijalan-Mu
Namun ku percaya hati meyakini
Semua akan indah pada akhirnya

Andai bisa ku mengulang
Waktu hilang dan terbuang
Andai bisa perbaiki segala yang terjadi
Tapi waktu tak berhenti
Tapi detik tak kembali
Harap ampunkan hamba-Mu ini

Waktu berputar rebulan dan matahari
Bunga yang mekar akan layu akan mati
Malam ‘kan berakhir, hari ‘kan berganti
Takdir hidup ‘kan dijalani (Opick)

TAHUN BARU DAN PENGKHIANATAN (Repost Note Fb)


Tahun Baru dan Pengkhianatan

oleh: Imam Abror

Sungguh sangat ironis bangsa ini, 12,9 % penduduk muslim dunia ada di negeri ini. Negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia merayakan Tahun Baru Masehi yang katanya merupakan perayaan penyembahan dewa dari bangsa romawi. Romawi adalah kaum yang terus memusuhi umat Islam, ironis………..ironis……dan ironis………. jika umat Islam harus merayakannya.

Masih banyak orang yang ada dinegeri ini mengalami kesusahan. Berapa banyak orang miskin, orang yang hidup dijalanan (tuna wisma), anak-anak jalanan yang tidak bisa sekolah karena malu, pengangguran dan orang sakit yang tidak bisa berobat. Jumlahnya tidak ratusan ribu, tetapi jumlahnya adalah JUTAAN. Sungguh merasa tertusuk hati ini jika tidak ada umat manusia dinegeri ini yang tidak memikirkan hal-hal tersebut. Bayangkan jika semua uang untuk merayakan tahun baru ini dikumpulkan?? sudah berapa ratus  bahkan ribuan rumah sederhana yang terbuat untuk para tuna wisma?? Sudah berapa sekolah yang bisa dibangun untuk para anak jalanan?? ada berapa milyaran rupiah yang dapat digunakan sebagai modal usaha??? ada berapa ratus ribu orang miskin yang tertolong ketika sedang berobat?? dsb.

Sedih….sedih dan sedih jika para PEMIMPIN dinegeri ini sama saja dengan tidak memikirkan umat atau rakyatnya justru malah ikut bersenang-senang menyambut tahun baru ini. Bangsa ini memang sudah krisis kepemimpinan. Para pemimpin dinegeri ini tidak tahu arti hakikat sebenarnya seorang pemimpin. Menjadi seorang pemimpin berarti semakin berat beban yang harus dipikulnya sehingga tdk akan sekali-kali merasa enak untuk bersenang-senang sejenak ketika masih banyak rakyatnya yang belum sejahtera.

Mana nilai ITSAR kalian wahai para PEMIMPIN bangsa ini dan wahai masyarakat Indonesia yang sedang bersenang-senang menyambut tahun baru? Tidakkah engkau tahu bagaimana Rosulluloh SAW dan para sahabatnya mengajarkan kita tentang nilai ITSAR tentang Nilai Pengorbanan dengan lebih mementingkan kepentingan orang lain dibandingkan kepentingan pribadi dalam urusan duniawi. Seperti kisah thalhah bin ubaidillah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang pada saat itu disuruh oleh Rosulluloh agar menerima tamunya. Thalhah rela memberikan roti satu2nya pada saat itu kepada tamu dari Rasullulloh SAW. Sehingga sebelumnya Thalhah harus menidurkan anaknya terlebih dahulu agar tidak makan, serta rela menahan rasa lapar bersama istrinya agar roti tersebut bisa dihidangkan untuk tamu dari Rasulluloh SAW. Seperti juga kisah Abu Dzar al Ghifari yang menolak diberi jabatan oleh Khalifah Ustman bin Affan karena tidak ingin tergiur dengan kehidupan dunia. Dan Kisah salman al-farisi yang diangkat menjadi walikota al-madain, namun semua gajinya diberikan kepada orang2 yang membutuhkan, sehingga sang walikota tersebut disuruh memikul buah tin dan kurma oleh seorang saudagar gara-gara penampilannya yang cukup sederhana, sampai tidak kelihatan bahwa dia adalah seorang walikota. Dan Seperti sahabat Nabi SAW Ikramah bin abu jahal yang mempersilahkan pasukan perang lainnya untuk meminum air yang diberikan padahal Ikramah dalam keadaan kehausan saat menjelang kematiannya di perang melawan bangsa Romawi, dsb kisah-kisah sebaginya yang telah dicontohkan. Sungguh indah dan merindukan jika Ada pemimpin dan semua kalangan kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia bersikap demikian.

Sahabat-sahabat muslim semuanya, Apakah kita tega dengan bersenang-senang menyambut tahun baru yang notebene tahun baru perayaan sesembahannya orang romawi, sedangkan masih banyak orang yang kesusahan didalam negeri ini sendiri maupun diluar Indonesia seperti halnya bangsa rohingya, suriah dan palestina, dan bangsa muslim lainnya yang sampai saat ini masih menderita dan tersiksa. Apakah kita tega meninggalkan mereka saudara seiiman kita dengan ikut bersenang-senang dan berfoya-foya……???????????????. WAHAI SAUDARAKU SEIMAN JANGAN SAMPAI KETIKA KITA DIAKHIRAT KELAK AKAN DIPERTANYAI MASALAH PERTANGGUNGJAWABAN KITA TERHADAP MEREKA YANG SEDANG KESUSAHAN. MUNGKIN AKAN TIMBUL PERTANYAAN SEPERTI INI “APAKAH YANG TELAH ENGKAU LAKUKAN UNTUK MEREKA YANG SEDANG MENGALAMI KESUSAHAN???? TIDAK ENGKAU PIKIRKAN DAN ENGKAU TINGGALKAN MEREKA DENGAN BERSENANG-SENANGKAH ???? Wallahualam bishowab.

Semoga kita bisa menyadari dan selalu diberikan hidayah oleh Alloh SWT akan hal-hal yang sebaiknya kita jalankan. Semoga Alloh SWT selalu membimbing kita dalam melangkah. Amin.

Konsep Ingat Kematian “Kajian Baitul hikmah PDM Kota Yk”


Ya Allah biha, ya Allah biha, ya Allah biha, ya Allah bi-husnil khatimah.

Konsep KH. Ahmad Dahlan dalam menjalani hidupnya adalah konsep mengingat kematian hingga akhirnya terlahir semangat Al-Maun. Sebuah semangat yang hasilnya cukup luar biasa dapat dirasakan dan dnikmati manfaatnya oleh sebagian besar Umat Islam di Indonesia hingga saat ini.

Malam ahad kemarin maupun setiap malam ahad, kajian rutin baitul hikmah PDM Kota Yogyakarta bersama ust fathurrahman, sebuah kajian dengan konsep Tazkiyatun Nafs…………seakan membawa nafas baru bagi saya sendiri dan semoga bagi Persyarikatan Muhammadiyah untuk terus menginstropeksi diri sendiri, kalau kita belum menjadi apa2 dan belum melakukan apa2 untuk Alloh SWT. Konsep dengan terus mengingat kematian adalah konsep yang cerdas untuk terus bersemangat dalam menjalani hidup didunia dalam menolong Agama Alloh SWT sehingga hidup terasa sangat bermanfaat……

Ya Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan rasul) yang menyeru kepada iman (yaitu): “Berimanlah kalian kepada Rabb kalian!”, maka kami pun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa besar kami, hapuskanlah dari kami dosa-dosa kecil kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang senantiasa berbuat kebajikan. (QS. Ali Imran : 193)1381958_608946655818636_12216179_n

Peran dan Tanggung Jawab Sosial Kita


Peran dan Tanggung Jawab Sosial Kita

Oleh : Imam Abror

 

Negara Indonesia merupakan Negara terkaya di dunia. Sebutan ini sebenarnya sangat cocok diberikan untuk Ibu Pertiwi. Sumber daya alam yang melimpah, keanekaragaman hayati dan masih banyak kekayaan yang terkandung di bumi yang diamanahkan oleh Alloh SWT kepada bangsa Indonesia. Namun, saat ini sebutan Negara terkaya sangat tidak cocok jika diberikan kepada bangsa Indonesia. Sangat ironi ketika kita semua melihat kelucuan-kelucuan yang dialami oleh Negara ini. Negara yang kaya akan sumber daya alam, akan tetapi rakyatnya setiap hari susah mencari sesuap nasi, susah mencari pekerjaan, susah mencari jaminan kesehatan, susah mencari pendidikan yang yang layak serta rasa susah lainnya yang sedang dialami oleh jutaan rakyat Indonesia. Mungkin Ibu Pertiwi saat ini hanya menahan rasa sakit yang terus menggrogoti seluruh anggota tubuhnya dan hanya diam melihat anak-anaknya yang sedang memimpin negeri ini membiarkannya saja.

Ribuan, ratusan ribu, bahkan jutaan anak Indonesia saat ini belum merasakan nikmatnya pendidikan yang layak. Anak Indonesia nasibmu memang malang, kalimat inilah yang mungkin saat ini pantas diucapkan untuk anak-anak Indonesia. Ancaman untuk mendapatkan pendidikan yang belum tentu layak pun sudah dialami mereka sejak berangkat sekolah, anak-anak berangkat dengan melewati jembatan yang akan ambruk, berangkat menyeberangi sungai, menerobos hutan dengan ancaman banjir dan hewan-hewan buas, inilah kondisi nyata yang sedang dirasakan oleh anak-anak Indonesia, tidak hanya dipenjuru negeri, namun juga diseluruh bagian negeri ini.

Kemiskinan yang masih melanda sebagian besar rakyat Indonesia, juga tidak bisa termunafikan oleh pemimpin-pemimpin bangsa ini. Jutaan orang masih tinggal diperkampungan-perkampungan kumuh, kolong jembatan, jalanan, makam dan tempat-tempat lainnya yang sebenarnya tidak layak digunakan sebagai papan tempat berteduh bagi manusia. Para pemimpin bangsa ini seolah tidak tahu dan tidak mau tahu tentang nasib buruk yang sedang dialami oleh jutaan rakyatnya. Rakyat Indonesia saat ini juga mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan. Kesulitan ini terkadang dihambat oleh birokrasi Negara ini yang tidak pro rakyat. Masyarakat disulitkan dalam mengurus KTP dan sejenis macam lainnya. Ratusan ribu tenaga kerja Indonesia yang saat ini sedang mencari nasib ke negeri seberang juga tidak bisa membuat nasibnya dan keluarganya ke tataran yang lebih baik, mereka justru disiksa bahkan sampai kematian adalah jalan akhir perjalanan mereka saat bekerja disana. Apakah Negara yang kaya akan sumber daya alam ini tidak mampu mencarikan pekerjaan bagi para pahlawan devisa Negara saat ini? Apakah Negara ini hanya mampu menjual kekayaan alamnya untuk kepentingan kelompok maupun asing? Sedih, gundah dan terkadang tetesan air mata mengalir jika mengingat perjuangan para Pahlawan untuk memerdekan bangsa ini.

Ketimpangan sosial pun semakin jelas terlihat di Negara ini. Orang kaya semakin kaya, orang miskin semakin miskin. Orang kaya lupa dengan orang miskin, orang miskin pun sungkan mengingatkan orang kaya. Egosime, pragmatisme, individualisme mungkin yang dialami oleh beberapa orang kaya dinegeri ini, sehingga melupakan nasib orang yang sedang kesusahan di sekitarnya. Sebagai contoh para pejabat yang sedang mewakili rakyatnya sibuk memikirkan nasibnya sendiri, memikirkan bisa duduk di kursi yang enak, memikirkan bisa buang air di toilet yang nyaman, memikirikan bisa menaiki mobil yang mewah, dan lain sebagainya. Tidak ada rasa malu, semua mereka perbuat dengan tidak ada sedikitpun rasa penyelasan, padahal mereka adalah wakil rakyat yang seharusnya mencerminkan kondisi rakyatnya saat ini yang sedang mengalami kesusahan bahkan keputus asaan dalam menjalani hidup di negeri ini.

Ketimpangan sosial di negeri Indonesia inilah yang juga kadang membutakan  keadilan dalam hal hukum dan politik. Masyarakat atau rakyat kecil terkadang harus menerima hukuman yang tidak sebanding jika dibandingkan dengan para orang ber-uang maupun koruptor di negeri ini. Masyarakat kecil seakan dipaksa untuk mengakui kesalahan, padahal belum tentu mereka salah. Sedangkan kondisi terbalik dialami para koruptor atau para orang ber-uang di negeri ini yang justru memaksa para penegak hukum untuk membiarkan perkaranya.

Lelucon-lelucon yang terjadi di negeri ini cukup dirasakan sebentar saja, walaupun terkadang sampai mengiris hati ini. Sebagai seorang mahasiswa kita harus segera berpikir jernih dan produktif. Penyelasan boleh saja terjadi, namun kita harus segera bangkit. Mengecam boleh saja, namun tidak hanya mengecam, sudah saatnya kita menyalakan lilin-lilin untuk menerangi negeri ini. Mahasiswa tidak boleh hanya duduk diam termenung memikirkan nilai, memikirkan mendapatkan IPK cumloude. Hal itu memang penting, namun ada hal yang lebih penting yaitu menyelamatkan rakyat Indonesia dari kesengsaraan dan keputus asaan. Mahasiswa sudah tidak boleh lagi pragmatis, hanya memikirkan kepentingan sendiri. Sudah saatnya mahasiswa merontokkan ego-ego pribadinya, merontokkan sifat-sifat pragmatis dan individualismenya, saatnya mahasiswa berperan aktif untuk membangun dan menyelamatkan bangsa ini dengan mengkontribusikan jiwa dan raganya untuk masyarakat yang membutuhkan. Pesan Bung Karno dalam salah satu pidatonya, “Silahkan kalian sekolah setinggi-tingginya, namun setelah selesai kembalilah untuk membangun bangsa dan mensejahterakan rakyat Indonesia”.

Bentuk yang akan dikontribusikan mahasiwa bisa bermacam-macam, bisa membuat sekolah-sekolah non-formal kecil khusus bagi anak-anak jalanan, mengajarkan tentang pendidikan kepada anak-anak yang tidak mampu mengenyam pendidikan formal. Memberikan beasiswa sekolah bagi anak-anak yang tidak mampu sekolah dengan cara mengumpulkan infaq atau dana dari beberapa teman atau orang, bisa juga dengan membuat kelompok kecil dan mengumpukan dana rutin tiap pekannya yang langsung didistribusikan ke warga sekitar kita yang tidak mampu dalam bentuk bahan pangan pokok maupun uang. Memberikan pelatihan ketrampilan dan kewirausahaan bagi para pemuda-pemudi maupun orang yang belum mempunyai pekerjaan dan bisa mengajak kerjasama dengan lembaga sebagai penyedia modal. Penerapan hasil riset yang telah kita lakukan sebagai mahasiswa pun juga bisa kita aplikasikan langsung ke masyarakat. Banyak cara yang kita bisa berikan untuk masyarakat, khususnya masyarakat sekitar kita yang sedang membutuhkan uluran tangan, pikiran dan hati kita. Seakan-akan bangsa ini tidak lagi membutuhkan orang-orang pintar yang cenderung pragmatis, namun bangsa ini membutuhkan cinta dari orang-orang yang mempunyai hati dan pikiran yang baik.

Diam, kecaman dan cemoohan untuk para Pemimpin yang sedang memimpin Negara ini tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Mulailah menyalakan lilin-lilin di negeri ini untuk kepentingan orang banyak. Sebagai mahasiswa tujuan dan arah ini jangan pernah berubah, langkah harus semakin tegap untuk perubahan di negeri ini, karena perubahan adalah kepastian, terus semangat dan jangan sibuk dengan hal-hal yang tidak penting dan tidak bermanfaat. InsyaAlloh Alloh SWT akan terus membantu niat kebaikan kita untuk membuat ibu pertiwi tersenyum kembali. Mari teman-teman mahasiswa seperti pesan dari KH Ahmad Dahlan : “Belajar untuk menjadi yang terbaik di mata Alloh, tidak hanya untuk diri sendiri, tapi untuk kepentingan orang banyak. Hidup ini singkat dan hanya satu kali, manfaatkan tidak hanya untuk kepentingan sendiri, Alloh SWT beserta orang-orang yang peduli.”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.