SCL dan PBL


Student Centered Learning adalah sebuah metode pembelajaran dimana prinsip dasar pembelajaran terpusat pada siswa atau mahasiswa. Artinya pembelajar (siswa atau mahasiswa) dituntut untuk menunjukkkan kinerja yang kreatif. Berbeda dengan TCL (teacher centered learning), dimana pembelajaran berpusat pada dosen, sehingga dosen seringkali dominan dalam proses pembelajaran, dan menganggap dirinya sebagai satu-satunya sumber pengetahuan, serta seringkali tidak memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuannya dan memberikan kesempatan lebih banyak kepada para mahasiswa untuk belajar.
Didalam Student Centered Learning ini peran dosen bukan sebagai pengajar tetapi dosen hanya sebagai mitra pembelajaran atau fasilitator dan pemberi semangat atau motivator saja, sedangkan mahasiswa dituntut untuk lebih aktif dalam mencari informasi atau pengetahuan dengan batasan-batasan yang sudah ditetapkan dengan topik-topik tertentu dan lebih spesifik. Tetapi hubungan antara dosen dan mahasiswa di SCL sangat penting, keduanya berpartisispasi dalam membentuk pengetahuan, konsep dan ketrampilan serta dosen membantu mahasiswa dalam menjalankan strategi, mengidentifikasi, dan menentukan pola penilaian hasil belajar.
Perpindahan metode pembelajaran dari Teacher Centered Learning (TCL) ke Student Centered learning (SCL) ada beberapa alasan diantaranya perkembangan Teknologi Informasi, pembelajar dituntuk untuk memanfaatkan teknologi informasi tersebut sebagai sumber untuk mencari pengetahuan secara luas. Alasan lainnya adalah Surat Keputusan Menteri Pendididkan Nasional Nomor 045/U/2002, yaitu perubahan orientasi kurikulum dari berbasis keilmuan ke berbasis kompetensi yaitu seperangkat tindakan cerdas , penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas dibidang tertentu. Alasan terakhir adalah dengan sistem Teacher Centered Learning (TCL), pembelajar tidak diberi banyak kesempatan dalam belajar dan mencari beberapa sumber informasi. Tetapi dengan SCL mahasiswa dituntut mencari sebanyak mungkin sumber informasi yang bersifat multidimensi. Jadi sistem Student Centered Learning ini adalah sistem membangun artinya memberikan kesempatan bagi para pembelajar untuk membangun pikirannya sendiri dengan fasilitas dari pengajar atau dosen.
Student Centered Learning ini mempunyai lingkungan belajar yang kontekstual artinya pembelajar selalu terupdate atau terkini dalam melakukan pencarian pengetahuan atau informasi. Dengan demikian mahasiswa akan menjadi long life learner.
Klasifikasi Metode Pembelajaran SCL (Student Centered Learning)
SCL mempunyai beberapa bagian sistem dalam proses pembelajarannya, diantaranya
A) Small Group Discussion yaitu mahasiswa di bagi dalam beberapa kelompok kecil untuk mendiskusikan bahan dari dosen.
B) Simulation yaitu sebuah model pembelajaran yang membawa situasi yang mirip ke dalam kelas.
C) Discovery learning yaitu metode yang difokuskan pada pencarian informasi secara multidimensi.
D) Self Directed Learning adalah proses belajar yang dilakukan atas inisiatif individu mahasiswa itu sendiri mulai dari pelaksanaanya sampai penutupannya.
E) Cooperative Learning yaitu metode belajar berkelompok untuk bekerjasama memecahkan masalah atau kasus yang sudah dirancang oleh dosen.
F) Collaborative Learning yaitu metode belajar yang menitik beratkan pada kerjasama antara mahasiswa.
G) Contextual Instruction yaitu konsep belajar yang membantu dosen mengikat isi kuliah dengan kehidupan nyata atau sesungguhnya.
I) Project Based Learning yaitu mahasiswa dituntut untuk melakukan pencarian atau penggalian yang panjang dan terstruktur.
J) Problem Based Learning yaitu belajar dengan memecahkan masalah, dan mahasiswa melakukan pencarian atau penggalian beberapa pengetahuan dan informasi untuk memecahkan masalah tersebut. Dan dalam Problem Based Learning ini pembelajarannya menggunakan metode seven jumps.
Kelebihan
Kelebihan metode pembelajaran Student Centered learning adalah :
1. Mahasiswa akan mempunyai kesempatan banyak dalam mengembangkan dan membangun pengetahuannnya.
2. Pembelajaran yang dilakukan lebih kontekstual.
3. Mengembangkan sifat kreativitas dan kemampuan mahasiswa dalam pemecahan beberapa masalah.
4. Mahasiswa akan mempunyai sifat kooperatif, kolaboratif, serta suportif.
5. Akan terkembangnya karakter mahasiswa (life-long learning).
6. Pemanfaatan teknologi informasi yang efektif dan efisien.
7. Kualitas lulusan akan lebih kreatif, inovatif, dan selalu memecahkan masalah tidak secara tekstual melainkan secara kontekstual
8. melatih tanggung jawab kepada para mahasiswa

Kekurangan
Adapun kekurangan dalam Student Centered Learning ini, yaitu :
1. Suasana belajar kurang kompetitif
2. Mahasiswa kurang mendapat arahan dari dosen, sehinggga bagian-bagian yang penting kurang diketahui.

• PBL (Problem Based Learning)
Definisi
Problem Based Learning merupakan bagian dari metode pembelajaran Student Centered Learning. Problem based learning merupakan suatu proses pembelajaran yang diawali dari masalah-masalah yang ditemukan di kehidupan yang nyata. Jadi problem based learning adalah cara belajar yang menggunakan masalah, yang terlebih dahulu masalah tersebut diidentifikasi baik masalah tersebut nyata atau hanya sebuah kasus saja. Metode ini pertama kali dikembangkan oleh Howard Barrons tahun 1969 di Fakultas Kedokteran Mc Master University Canada. Bagaimana seseorang pembelajar harus melakukan pencarian atau pengggalian pengetahuan atau informasi untuk menyelesaikan masalah tertentu. Jadi Problem Based Learning ini menuntut mahasiswa untuk belajar secara mandiri.
Didalam Problem Based Learning mahasiswa dibentuk dalam kelompok kecil dan menggunakan metode tutorial, lalu mahasiswa menggunakan pengetahuan dan pengalaman yang mereka punya sebelumnya atau sering disebut prior knowledge untuk pembukaaan dalam memepelajari suatu masalah, dengan demikian mahasiswa akan menperoleh pengetahuan dan pengalaman yang baru. Didalam Problem Based Learning ini kelompok kecil mahasiswa tersebut akan difasilitasi oleh seseorang yang bernama tutor.
Didalam penerapan strategi Problem Based Learning,di dalam kurikulum akan memerlukan sumber daya manusia yang besar, dana yang banyak, fasilitas pembelajaran yang memadai, serta pembelajar yang dewasa. Seringkali fakultas yang menerapkan Problem Based Learning ini kekurangan sumber daya manusia dan kekurangan fasilitas, serta dana yang di pakai cukup besar. Untuk menghadapi masalah tersebut diperlukan pemanfaatan teknologi informasi secara inovatif. Dengan demikian akan meningkatkan kinerja serta berbagai kegiatan yang dilakukan akan lebih cepat, tepat dan akurat, serta menghemat dana, sehinggga produktivitas akan meningkat. Didalam PBL ini sangat memerlukan mahasiswa yang dewasa, memiliki pengalaman yang sangat luas, dan mempunyai motivasi belajar dari dalam yanglebih tinggi daripada motivasi belajar dari luar.
Didalam apliksi metode Problem based learning, mahasiswa akan memerlukan beberapa tahap. Satu, tahap menemukan kasus atau membuat scenario. Dua, tahap mencari kata kunci. Tiga, tahap merumuskan masalah. Empat, tahap menganalisis masalah. Lima, pengidentifikasian sumber belajar, dll. Diskusi kelompok kecil dalam PBL ini biasanya menggunakan metode seven jumps atau sering disebut seven steps, yaitu tujuh langkah dalam pembelajaran tersebut,
1. Identifikasi dan klarifikasi kata-kata sulit yang ada dalam suatu kasus/scenario.
2. Penentuan masalah, setiap anggota pasti memiliki berbagai anggapan masalah yang ada didalam scenario, akan tetapi dicari masalah yang disepakati satu kelompok.
3. Broinstorming, setiap anggota kelompok mencurahkan gagasan berdasarkan masalah tersebut, dengan pengetahuan yang mereka miliki sebelumya (prior knowledge).
4. Berdasarkan langkah kedua dan ketiga maka disusun penjelasan masalah sementara (hipotesis).
5. Penentuan tujuan belajar (learning objektif) yang ingin diperoleh atau diraih.
6. Mahasiswa dituntut untuk belajar mandiri dengan mencari pengetahuan atau informasi sebanyak mungkin sesuai dengan tujuan belajar satu kelompok.
7. Setiap anggota kelompok menjelaskan hasil belajar mandirinya dan saling berdiskusi bersama satu kelompok.
Tujuan PBL
Tujuan sistem pembelajaran menggunakan Problem Based Learning adalah
1. Mahasiswa dapat memahami konsep pembelajaran berdasarkan masalah.
2. Mampu memahami langkah-langkah pembelajaran berdasarkan masalah ditempat kerja.
3. dapat melakukan kerjasama tim dalam bekerja.
4. Untuk mengembangkan knowledge, skill, dan attitudes.
Ciri-ciri PBL
Ciri-ciri dari sistem pembelajaran berbasis Problem Based Learning adalah :
1. terdiri dari kelompok kecil
2. dipandu oleh tutor, dan tutor hanya sebagai fasilitator
3. dimulai oleh kasus atau masalah
4. selalu menentukan tujuan pembelajaran pada saat tutorial pertama
5. terbagi dalam sesi pembukaan dan penutupan.
Kelebihan PBL
Problem based learning mempunyai banyak kelebihan dalam penerapannya maupun implementasinya diantaranya adalah.
1. dapat mengurangi beban kurikulum yang berlebihan bagi para mahasiswa
2. pembelajaran dilakukan secara kontekstual dan lebih aktif
3. mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam belajar mengaktifkan kembali pengetahuannya yang sudah didapatnya selama ini atau prior knowledge
4. memberi kesempatan lebih banyak kepada mahasiswa dalam mengembangkan dan membangun pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang diperlukan di hari-hari mendatang.
5. Mendorong pembelajaran yang lebih mendalam long term recall dan efisiensi waktu.
6. melatih proses belajar yang baik, mandiri dan seumur hidup.
7. dapat ilmu pengetahuan lebih awal.
8. daya analisis lebih bisa terarah.
9. Mahasiswa akan mempunyai rasa tanggung jawab yang teratur.

Kekurangan PBL
1. Belajarnya kurang mendalam
2. mahasiswa jadi kurang mengetahui bagian-bagian mana yang penting (karena arahan dari dosen sudah dikurangi)
3. tutor bisa mengalami frustasi karena tutor hanya menyenagi disiplin ilmunya sendiri, sehingga tutor mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugasnya.
4. jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan akan lebih banyak.
5. jumlah fasilitas bisa akan menjadi terbatas karena semua mahasiswa akan menggunakan fasilitas yang cenderung sama.
6. mahasiswa akan mengalami ketidakmauan, karena informasi-informasi yang didapat semua akan ada yang tidak bermanfaat dalam ujian tiap blog.
7. dengan sistem pembelajaran yang baru, mahasiswa dapat mengalami stress dan frustasi.

DAFTAR PUSTAKA

www. pusdiklatkes.com (diakses pada tanggal 26 Agustus 2008)

http://zulharman79.wordpress.com/2007/07/15/problem-based-learning-pbl/

(diakses pada tanggal 25 Agustus 2008)

http://spmblover.18.forumer.com/a/biro-konsultasi-fk-unair_post650-30.html.

(diakses pada tanggal 26 Agustus 2008)
http://www.kjm.ugm.ac.id (diakses pada tanggal 25 Agustus 2008)
http://www.psikologi.ugm.ac.id (diakses pada tanggal 25 Agustus 2008)
www. kopertis4.or.id (diakses pada tanggal 26 Agustus 2008)
Harsono, 2004. Pengantar Problem Based Learning , Medika Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.