Struktur hepar, pankreas, dan vesika fellea, serta hormon dan fungsinya


Tujuan Pembelajaran :              1. Hormon apa saja yang dihasilkan oleh hepar, pancreas dan vesica fellea

2. Struktur Makroanatomi dan mikroanatomi pada hepar, pancreas dan vesica fellea

3. Fungsi dari Hepar, Pankreas, dan vesica vellea pada hewan vertebrata.

  • Hormon apa saja yang dihasilkan oleh hepar, pancreas dan vesica fellea

-          Hormon yang mempengaruhi vesica fellea adalah kholesistokinin, yaitu hormone yang mengatur pengosongan vesica fellea. Hormon ini dihasilkan oleh mukosa duodenum

-          Hormon yang mempengaruhi kerja pancreas adalah

  1. Sekretin : Hormon ini dihasilakan oleh mukosa duodenum , hormone ini akan dikeluarkan bila makanan memiliki tingkat keasaman yang tiggi.
  2. Pankreozimin : Hormon ini dihasilkan oleh mukosa duodenum dan jejunum. Enzim ini berguna untuk menaikkan kadar enzim didalam getah pancreas.
  3. Asitil kolin Enzi mini dihasilkan oleh sel sarf parasimpatik dan sel asinus.
  4. Gastrin : Enzi mini disekresikan oleh kelenjar pyloric digasric, yang berfungsi untuk meningkatkan enzim.

-          Hormon yang dihasilkan pancreas

  • Hormon Insulin

Insulin adalah suatu polipeptida yang mengandung dua rantai asam amino yang dihubungkan oleh jembatan disulfida. Terdapat perbedaan kecil dalam        komposisi asam amino molekul dari satu spesies ke spesies lain. Perbedaan ini           biasanya tidak cukup besar untuk dapat mempengaruhi aktivitas biologi suatu    insulin pada spesies heterolog tetapi cukup besar untuk menyebabkan insulin        bersifat antigenik. Insulin dibentuk di retikulum endoplasma sel B. Insulin       kemudian dipindahkan ke aparatus golgi, tempat ia mengalami pengemasan     dalam granula-granula berlapis membran. Granula-granula ini bergerak ke dinding sel melalui suatu proses yang melibatkan mikrotubulus dan membran granula berfusi dengan membran sel, mengeluarkan insulin ke eksterior melalui eksositosis. Insulin kemudian melintasi lamina basalis sel B serta kapiler dan endotel kapiler yang berpori mencapai aliran darah.

Waktu paruh insulin dalam sirkulasi pada manusia adalah sekitar 5 menit.   Insulin berikatan dengan reseptor insulin lalu mengalami internalisasi. Insulin          dirusak dalam endosom yang terbentuk melalui proses endositosis. Enzim utama   yang berperan adalah insulin protease, suatu enzim di membran sel yang mengalami internalisasi bersama insulin.

Efek faali insulin bersifat luas dan kompleks. Efek-efek tersebut biasanya   dibagi menjadi efek cepat, menengah dan lambat.

  1. Efek cepat (detik)

Peningkatan transpor glukosa, asam amino dan K+ ke dalam sel peka     insulin.

  1. Efek menengah (menit)

Stimulasi sintesis protein, penghambatan pemecahan protein, pengaktifan glikogen sintetase dan enzim-enzim glikolitik, penghambatan fosforilase dan enzim-enzim glukoneogenik.

  1. Efek lambat (jam)

Peningkatan mRNA enzim lipogenik dan enzim lain.

Efek insulin pada berbagai jaringan

Jaringan Efek
Jaringan Adiposa Meningkatkan masuknya glukosa
Meningkatkan sintesis asam lemak
Meningkatkan sintesis gliserol fospat
Menungkatkan pengendapan trigliserida
Mengaktifkan lipoprotein lipase
Menghambat lipase peka hormon
Meningkatkan ambilan K+
Otot Meningkatkan masuknya glukosa
Meningkatkan sintesis glikogen
Meningkatkan ambilan asam amino
Meningkatkan sintesis protein di ribosom
Menurunkan katabolisme protein
Menurunkan pelepasanasam-asam amino glukoneogenik
Meningkatkan ambilan keton
Meningkatkan ambilan K+
Hati Menurunkan ketogenesis
Meningkatkan sintesis protein
Meningkatkan sintesis lemak
Menurunkan pengeluaran glukosa akibat penurunan glukoneogenesis dan peningkatan sintesis glukosa
Umum Meningkatkan pertumbuhan sel

Pada orang normal, pankreas mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan jumlah insulin yang dihasilkan dengan intake karbohidrat, tetapi pada penderita diabetes fungsi pengaturan ini hilang sama sekali.

Pengaturan fisiologis kadar glukosa darah sebagian besar tergantung dari:

-       Ekstraksi glukosa

-       Sintesis glikogen, dan

-       Glikogenesis

Semua peristiwa di atas terjadi di dalam hati. Konsentrasi gula darah yang konstan perlu dipertahankan karena glukosa merupakan satu-satunya zat gizi yang dapat digunakan oleh otak, retina dan epitel germaninativum dalam jumlah cukup untuk menyuplai energi mereka sesuai dengan yang dibutuhkannya. Oleh karena itu, perlu mempertahankan konsentrasi glukosa darah pada kadar yang seimbang.

Setelah masuk ke dalam tubuh, zat gula akan diedarkan ke seluruh sel tubuh melalui aliran darah. Kelebihan zat gula karena kurangnya aktivitas akan disimpan oleh tubuh. Bagi mereka yang kurang melakukan aktivitas seperti jarang berolahraga, kelebihan zat gula tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak. Sedangkan bagi orang yang sering beraktivitas akan disimpan dalam bentuk otot seperti pada atlet binaragawan. Proses pengubahan zat gula yang ada dalam darah menjadi lemak atau otot terjadi dengan bantuan hormon insulin yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Jadi hormon insulin bertugas untuk mendeteksi apabila kadar gula dalam darah tinggi karena belum dibutuhkan oleh tubuh, yang akan diturunkan dengan cara mengubahnya menjadi otot dan lemak. Sebaliknya bila zat gula dalam dibutuhkan oleh tubuh (karena adanya suatu aktivitas) dan sementara belum ada masukan zat gula melalui makanan maka hormon glukagon akan merombak lemak tubuh atau otot menjadi zat gula yang selanjutnya bisa digunakan untuk menghasilkan tenaga.

Seperti telah disinggung sebelumnya, insulin  merupakan suatu hormon  yang dihasilkan oleh sel beta di pankreas. Insulin berfungsi untuk meningkatkan penyimpanan karbohidrat, lemak dan protein. Hormon ini bertanggung jawab untuk proses glikogenesis, yaitu perubahan glukosa menjadi glikogen dalam hati dan otot, serta menyebabkan lipogenesis, yaitu pembentukan trigliserida dan lemak. Ia juga menghambat pemecahan lemak dan meningkatkan penghasilan glukosa dalam hati. Malfungsi insulin dapat mengakibatkan terjadinya diabetes mellitus.

  • · Glukagon

Molekul glukagon adalah polipepida rantai lurus yang mengandung 29n residu asam amino dan memiliki molekul 3485. Glukagon merupakan hasil dari sel-sel alfa, yang mempunyai prinsip aktivitas fisiologis meningkatkan kadar glukosa darah. Glukagon melakukan hal ini        dengan mempercepat konversi dari glikogen dalam hati dari nutrisi-nutrisi lain,            seperti asam amino, gliserol, dan asam laktat, menjadi glukosa (glukoneogenesis). Kemudian hati mengeluarkan glukosa ke dalam darah, dan kadar gula darah meningkat. Sekresi dari glukagon secara langsung dikontrol oleh kadar gula darah melalui sistem feed-back negative. Ketika kadar gula darah menurun sampai di bawah normal, sensor-sensor kimia dalam sel-sel alfa dari pulau Langerhans merangsang sel-sel untuk mensekresikan glukagon. Ketika gula darah meningkat, tidak lama lagi sel-sel akan dirangsang dan produksinya diperlambat. Jika untuk beberapa alasan perlengkapan regulasi diri gagal dan sel-sel alfa mensekresikan glukagon secara berkelanjutan, hiperglikemia (kadar gula darah yang tinggi) bisa terjadi. Olah raga dan konsumsi makanan yang mengandung protein bisa meningkatkan kadar asam amino darah juga menyebabkan peningkatan sekresi glukagon. Sekresi glukagon dihambat oleh GHIH (somatostatin).

Glukagon kehilangan aktivitas biologiknya apabila diperfusi melewati hati atau apabila diinkubasi dengan ekstrak hati, ginjal atau otot. Glukagon juga diinaktifkan oleh inkubasi dengan darah. Indikasinya ialah bahwa glukagon dihancurkan oleh sistem enzim yang sama dengan sistem yang menghancurkan insulin dan protein-protein lain.

  • · Somatostatin

Somatostatin dijumpai di sel D pulau langerhans pankreas. Somatostatin     menghambat sekresi insulin, glukagon, dan polipeptida pankreas dan mungkin           bekerja lokal di dalam pulau-pulau pankreas. Penderita tumor pankreas         somatostatin mengalami hiperglikemia dan gejala-gejala diabetes lain yang    menghilang setelah tumor diangkat. Para pasien tersebut juga mengalami    dispepsia akibat lambatnya pengosongan lambung dan penurunan sekresi asam lambung, dan batu empedu, yang tercetus oleh penurunan kontraksi kandung empedu akibat inhibisi sekresi CCK. Sekresi somatostatin pankreas meningkat oleh beberapa rangsangan yang juga merangsang sekresi insulin, yakni glukosa dan asam amino, terutama arginin dan leusin. Sekresi juga ditingkatkan oleh CCK. Somatostatin dikeluarkan dari pankreas dan saluran cerna ke dalam darah perifer.

  • · Polipeptida pankreas

Polipeptida pankreas manusia merupakan suatu polipeptida linear yang  dibentuk oleh sel F pulau langerhans. Hormon ini berkaitan erat dengan polipeptida YY (PYY), yang ditemukan di usus dan mungkin hormon saluran cerna; dan neuropeptida Y, yang ditemukan di otak dan sistem saraf otonom. Sekresinya meningkat oleh makanan yang mengandung protein, puasa, olahraga, dan hipoglikemia akut. Sekresinya menurun oleh somatostatin dan glukosa intravena. Pemberian infus leusin, arginin, dan alanin tidak mempengaruhinya, sehingga efek stimulasi makanan berprotein mungkin diperantarai secara tidak langsung. Pada manusia, polipeptida pankreas memperlambat penyerapan makanan, dan hormon ini mungkin memperkecil fluktuasi dalam penyerapan. Namun, fungsi faali sebenarnya  masih belum diketahui (Arisandi, 2004).

  • Struktur Makroanatomi dan mikroanatomi pada hepar, pancreas dan vesica fellea

-          Struktur Mikroanatomi

-          Hati

  1. Pada hati babi lobulasi jelas sedangkan pada hati kelinci lobulasi kurang jelas, hal ini disebabkan oleh jaringan ikat septa interlobularisnya pada kelinci tipis.
  2. Sel-sel nya tersusun radier dengan sentral, vena sentralis.
  3. Antara deretan sel terdapat sinusoid yang dibatasi oleh sel endothelium dan sel kupffer.
  4. Terdapat segitiga portal atau trigonum Kiernan atau trias hepatica yaitu perbatasan tiga lobuli atau lebih pada hati. Didalamnya dapat ditemukan cabang arteria hepatica, cabang vena portae, duktus biliverus dan saluran limfe.

-          Vesica Fellea

  1. Tunika Mukosa, Tunika mukosa pada anjing berlipat-lipat.
    1. Lamina epitialis mukosae berbentuk epithelium kolumner simpleks dan mempunyai tepi sikat. Khusus pada sapid an kambing tidak ditemukan sel goblet atau sel piala.
    2. Lamina propia mukosae, lamina ini berisi jaringan ikat longgar, kelenjar mukosa, serosa dan camapuran atau seromukosa yang berbentuk tubuloalveoler simpleks, tergantung tiap species, terutama pada ruminantia.
    3. Pada vesica fellea tidak mempunyai lamina muskularis mukosae.
    4. Tunika mukosa ada da tipikal
    5. Tunika muskular9is terisi otot polos dengan arah acak
    6. Tunika serosa ada dan tipikal.

-          Pankreas

Pankreas biasanya tumbuh dari divertikulum usus.

Pankreas terdiri dari dua bagian

  1. Eksokrin, berbentuk tubuloalveoler kompleks mirip kelenjar serosa, hanya bedanya pada pancreas tidak mempunyai sel keranjang, dan tidak mempunyai duktus striatus, tetapi mempunyai bagian endokrin dan sel sentro asiner

Pada bagian basal sel tercat lebi basofil dengan kaya RER dibandingkan dengan bagian apeks yang kaya dengan vesikel sekretorik.

  1. Pada bagian endokrin tercat lebih pucat daripada sel eksokrin, pada endokrin lebih kaya kapiler, dengan pengecatan floksin gomori dapat membedakan sel β dengan sel-sel lainnya. distribusi sel endokrin tidak merata (Anonim, 2008)
  • Struktur Makroanatomi

-          Hepar

Hepar merupakan kelenjar terbesar didalam tubuh.  Hepar berwarna kecoklatan, dan menempel pada diafragma.  Secara umum hati mempunyai struktur atau bagian-bagiannya sebagai berikut.

  1. Fascies diaphragmatica yang keluar vena cava caudalis
  2. Fascies visceralis masuk atau keluar arteri, vena, dan porta hepatica.
  3. Di dorsal fascies bertemu dalam bentuk pinggiran yang tumpul atau margo obtusus.
  4. Pinggiran keculai di bagian dorsal berbentuk tajam yang disebut margo acutus.
  5. Porta hepatica, pada porta hepatica dikelilingi jaringan ikat fibrosa.
  6. Didalam capsula atau pembungkus suatu struktur terdapat pada bagian masuk arteria hepatica dan vena portae. sedangkan pada bagian keluar ada ductus biliveri yang menyatu menjadi duktus hepaticus.
  7. Terdapat lymponoduli portales yang terletak disekitar-sekitar pembuluh.
  8. Terdapat gelambir-gelambir atau lobus-lobus yang merupakan hasil sayatan dari hepar yang dimiliki oleh margo acutus.
  9. Pada keadaan biasa atau sederhana hepar hanya terdapat dua sayatan, sehingga hepar terbagi dalam.
    1. Lobus dexter (Gelambir kanan)
    2. Lobus sinister (Gelambir kiri)
    3. Lobus intermedius atau gelambir tengah

10.  Mempunyai ductus hepaticus

11.  Hati itu dikat oleh diafragma oleh ligament, Jadi hati mempunyai beberapa ligamentum (Wendo, 2009)

  1. Ligamentum triangulare dextrum et sinistrum, merupakan  ujung kanan ligament hepar yang berbentuk segitiga.
  2. Ligamentum sinistrum terletak pada ujung kiri ligament koronar hepar yang berbentuk sesitiga.
  3. ligamentum coronarium  hepatis, merupakan lipat-lipat peritoneum dari hati ke diafragma pada tepi area afiksa hepar, atau pada bagian dorsal.
  4. Ligamentum falciformes, merupakan lipat peritoneum yang berbentuk sabit antara permukaan parietal hepar dan diafragma serta pada bagian ventral.
  5. Ligamentum hepatogastrium merupakan bagian omentum minus antara lambung dan hepar.
  6. Ligamentum Hepatoduodenale merupakan bagian oemntum minus antara duodenum dan hepar ( Laksman, 2005).
  • Hepar Karnivora (Anjing)

-          Pada hewan carnivore terdapat tiga lobus yaitu

  1. Lobus dexter yang terdiri dari dexter lateral dan dexter medial
  2. Lobus sinister yang terdiri dari sinister lateral dan sinister medial
  3. Lobus caudatus yang terdiri dari proceccus caudatus dan proceccus papillare.

-       Hepar itu mengisis seluruh mangkok diafragma yang menjorok melewati arcus costae.

-       Berat hepar sekitar 120-300 gr atau sekitar 3% dari rata-rata tubuh hewannya.

  • Hepar Omnivora (Babi)

-       Hati pada babi mirip dengan hati pada carnivore hanya saja pada babi tidak mempunyai proccecus papillare dan lobus caudatus.

-       Lobi pada hepar amat jelas yang terdiri dari lobus deter (lateralis dan medialis) dan Lobus sinister (lateralis dan medialis).

-       Pada bagian medialis keduanya menjorok hingga menutupi lobus quadrates yang diapitnya.

-       Beratnya kira-kira 1-2 kg.

  • Hepar Ruminansia

-       Hepar pada sapi tidak terbagi-bagi.

-       Hanya ada dua lekukan, Pada margon acutus ada lekukan untuk menampung ligamentum teres hepatica, sedangkan facies visceralis untuk vesica fellea.

-       Sehingga kedua lekuk membagi facies visceralis menjadi lobus dexter, lobus intermedius dan lobus sinister.

-       Ada lobus quadrates dan lobus caudatus

-       Berta lobus sapi sekitar 4-5 kg.

-       Sedangkan pada kamibing lobus terbagi menjadi empat lobus yaitu Lobus kanan, lobus kiri, lobus caudal, dan lobus quadrates.

-       Pada sapid an kambing terdapat banyak ductus hepatocystici.

  • Hepar Non-Ruminantia (Kuda)

-       Beratnya sekitar 5 kg, atau 8,5 5 dari berat tubuhnya.

-       Pada hepar kuda tidak langsung menempel diafragma.

-       Pada margo obtusus punya 2 sayatan, yaitu pada bagian kanan : fossa venae cavae (menampung tegak lurus venae cavae caudalis), sedangkan pada bagian kiri : impression oesophagica (dilalui oesophagus).

-       Untuk Margo acutus punya 2 sayatan dalam yaitu 3 lobi, Lobus intermedius terbagi 2 oleh lig.falciformes

-       Hepar pada kuda miri pada carnivore tetapi lobus dexter tidak terbagi menjadi dua dan tidak mempunyai proceccus papillare dan lobus caudatus.

  1. A. Anjing
  2. B. Babi
  3. C. Sapi
  4. D. Kuda

-          Vesica Fellea

Kandung empedu merupakan kantong otot kecil yang berfungsi untuk menyimpan cairan empedu (cairan pencernaan berwarna kuning kehijauan yang dihasilkan oleh hati). Kandung empedu memiliki bentuk seperti buah pir dengan panjang 7-10 cm dan merupakan membran berotot. Terletak didalam fossa dari permukaan visceral hati. Kandung empedu terbagi kedalam sebuah fundus, badan dan leher.

Bagian-bagian dari kandung empedu, terdiri atas:

-          Fundus vesikafelea, merupakan bagian kandung empedu yang paling akhir setelah korpus vesikafelea.

-          Korpus vesikafelea, bagian dari kandung empedu yang didalamnya berisi getah empedu. Getah empedu adalah suatu cairan yang disekeresi oleh sel hati sebanyak 500-1000 cc setiap harinya, sekresinya berjalan terus menerus, jumlah produksi cairan empedu dapat meningkat pada saat mencerna lemak.

-          Leher kandung empedu. Merupakan saluran pertama tempat masuknya getah empedu ke badan kandung empedu lalu berkumpul dan dipekatkan dalam kandung empedu.

-          Duktus sistikus. Panjangnya kurang lebih 3 ¾ cm. berjalan dari leher kandung empedu dan bersambung dengan duktus hepatikus membentuk saluran empedu ke duodenum.

-          Duktus hepatikus, saluran yang keluar dari leher.

-          Duktus koledokus saluran yang membawa empedu ke duodenum.

Kandung empedu tidak memiliki submukosa. Pembungkus pada kandung empedu terdiri dari tiga lapis, yakni permukaan luar dari kandung empedu adalah Visceral peritoneum, pada bagian tengah, otot dari dindingnya terdiri dari serat otot halus (sel), dan disebelah dalam merupakan membran mukosa yang tersambung dengan lapisan saluran empedu. Membran mukosanya terdiri atas sel-sel epitel sederhana yang berbentuk sel tiang (silinder), disusun menyerupai epitel pada permukaan lambung yang mengeluarkan sekret musin dan cepat mengabsorpsi air dan elektrolit, tetapi tidak mensekresikan garam-garam empedu dan pigmen, karena itu, cairan empedu menjadi pekat. Kontraksi dari otot tersebut dipengaruhi oleh sistem hormonal yang menyebabkan isi dari kandung empedu (cairan empedu) masuk ke pembuluh cystic

-          Pada kuda tidak mempunyai vesica fellea

-          Pada sapi Kantung empedu berbentuk seperti buah pear, yang mempunyai panjang sekitar 10 -15 cm

-          Pada kambing kantong empedu berbentuk tubuler dan sempit

-          Kantung empedu pada anjing berbentuk seperti buah pear dan tersembunyi dalam depersi pada lobus sentral kanan. Tidak mencapai batas ventral (Wendo, 2008).

-          Pankreas

-          Pankreas berwarna merah pucat, terletak dalam alat penggantung duodenum

-          Masa utamanya atau caput pancreatic terletak dlm flexura proma dari duodenum, dari sini mengikuti duodenum descenden sebagai lobus dexter

-          Dari caput sebelah sinister keluar lobus kecil dan meruncing melewati dinding abdomen dorsal kemudian menuju ke sinister bersama-sama curvatura minor ventriculus membentuk aditus ad bursam omentalem

-          Bagian pancreas tersebut terakhir dinamakan cauda pancreatic.

-          Pada herbivora dan carnivora pancreasnya tidak memiliki caput yg jelas, tp seluruh kelenjar membentuk gelambir-gelambir yang berupa seperempat lingkaran.

-          Pada kuda : v.porta seakan dibungkus jaringan Pancreasnya

-          terdapat dua  saluran keluar  yaitu ductus pancreaticus & ductus pancreaticus accessorius (anak saluran)

-          Pada kuda ductus pancreaticus mengikuti jalannya duct.hepaticus bermuara bersama-sama ke dalam diverticulum duodeni dari papilla duodeni

-          Ductus pankreatikus accessorius bermuara pads tempat di seberang papilla

-          Pada babi  hanya terdapat ductus pancreaticus accessories yang bermuara 20cm caudalis dari muara ductus choledocus

-          Pada anjing selalu terdapat dua saluran; 1 saluranbBermuara bersama-sama sal.empedu dan yang lain tidak jauh dari yang pertama ke dalam duodenum (Wendo, 2009).

  • Fungsi Hepar, Pankreas, dan dan Vesica Fellea pada Vertebrata

-          Fungsi Hepar

  1. Funsi hepar secar umum dibagi menjadi tiga
    1. Fungsi vaskuler yaitu untuk menyaring dan menyimpan darah
    2. Fungsi metabolism, yaitu fungsi yang berhubungan dengan sebagian besar system metabolism tubuh.
    3. Fungsi sekresi dan ekskresi, yaitu berperan membentuk empedu yang mengalir melalui saluran empedu ke saluran pencernaan.
    4. Mensekresi empedu, jadi hati itu meproduksi empedu selanjutnya disimpan di vesica felles terus disekresi ke duodenum.
    5. Untuk metabolism karbohidrat, yaitu,
      1. menyimpan glikogen
      2. mengubah galaktosa dan fruktosa menjadi glukosa
      3. menyelenggarakan glukoneogenesis, yaitu sintesis glukosa dari asam amino, laktat dan gliserol.
      4. membentuk senyawa kimia dari produk-antara metabolisme karbohidrat (Sarmin, 2008).
      5. Untuk metabolism lemak, beberapa metabolism sebagai berikut
        1. menyelenggarakan oksidasi asam lemak dengan sangat cepat untuk menyuplai energi tubuh,
        2. membentuk sebagian besar lipoprotein,
        3. menyintesis sejumlah besar kolesterol dan fosfolipid,
        4. menkonversi karbohidrat dan protein menjadi lemak
        5. Untuk Metabolisme Protein, metabolism protein mencakup sebagai berikut,
          1. melakukan deaminasi asam amino,
          2. membentuk ureum untuk mengeluarkan amonia dari cairan tubuh,
          3. membuat protein plasma atau protein darah
          4. melakukan interkonversi berbagai asam amino dan senyawa lain yang penting untuk proses metabolisme dalam tubuh (Sarmin, 2009).
          5. Sebagai tempat menyimpan vitamin, contohnya, vitamin A, D, B12.
          6. Untuk detoksikasi zat-zat berbahaya dalam tubuh
          7. Untuk mendestruksi sel-sel darah merah (Parakkasi, 1986)

-          Fungsi Vesica Fellea

  1. 1. Membantu pencernaan dan absorbs lemak.
    1. Terdapat asam empedu yang berfungsi untuk mengemulsikan lemak dari pertikel lemak yang besar menjadi partikel yang kecil, dan selanjutnya akan diserang oleh enzim lipase dari sekresi getah pancreas.
    2. Asam empedu juga membantu transport dan absorbs produk akhir lemakuang dicerna menuju dan melalui membrane mukosa intestinal (Sarmin, 2008).
    3. Sebagai alat untuk mengeluarkan beberapa produk buangan (terutama pigmen hasil pemecahan sel darah merah) yang penting dari darah yang meliputi bilirubin, dan kebihan kolesterol yang dibentuk oleh hepatosit atau sel-sel hati (Anonim, 2008).
    4. Empedu juga membantu absorbs vitamin-vitamin yang larut dalam lamak.
    5. Diduga empedu juga mengaktifkan lipase pancreas dan memperkuat keja amilasa pancreas
    6. Sifat basa empedu untuk membantu menaikkan pH intestinum khususnya pada duodenum .
    7. Mucin yang dikandung empedu untuk menstabilkan emulsi lemak (Anonim, 2004).

-          Fungsi Pankreas

  1. Getah pancreas banyak mengandung NaHCO3 dan NaCO3 yang dapat menetralkan asam lambung.
  2. Pankreas juga banyak mengandung enzim yang berfungsi menghidrolisis lemak protein dan karbohidrat (Anonim, 2004).
  3. Hidrolisis karbohidrat meliputi
    1. sekresi enzim amylase pancreas ke intestinum.
    2. Menghidrolisis beberapa serat glikogen dan beberapa karbohidrat lain kecuali sellulosa untuk diubah menjadi monomer yang lebih kecil, disakarida atau trisakarida.
    3. Menghidrolisis lemak.
      1. Mensekresi enzim lipase untuk hdrolisis lemak di duodenum.
      2. Menghidrolisis lemak netrala menjadi asam lemak dan monoglisakarida.
      3. Menghidrolisis protein
        1. Mengeluarkan enzim proteolitik, Tripsinogen yang diaktifkan oleh kalsium dan enterokinase (Zat yang ada digetah usus). Kemotripsin diaktifkan oleh tripsin dan karboksipeptidase. Enzim-enzim tersebut melanjutkan pencernaan protein yang dimulai oleh pepsin, sehingga enzim-enzim tersebut mencerna protein yang belum dicerna. Hasil akhir dari pencernaan ini adalah asam amino. Bila enzim-enzim ini berhenti mencerna protein maka peptidase intestinum akan menyempurnakan hidrolisis menjadi asam-asam amino (Anonim, 2004).
        2. Pankreas juga mensekresi air dan elektrolit terutama bikarbonat (Sarmin, 2008).

Daftar Pustaka

Anonim,. 2004. Diktat Fisiologi Sistema Digesti. FKH UGM. Yogyakarta

Anonim, 2008. Petujuk Praktikum Mikroanatomi Blok 3: Sistem pencernaan. UGM. Yogyakarta

Anonim. 2008. Biologi Hati dan Kandung Empedu. http://www.medicastore.com/index.php

(Diakses pada tanggal 12 Januari 2009)

Arisandi, Riza, 2004. Anatomi dan Fisiologi Pankreas. Power Point. http://iel.ipb.ac.id/sac/hibah/2004/Anatomi%20&%20Fisiologi%20Gizi%20(GMSK)%20-%20Katrin]POWER%20POINT/project%20group-no6.ppt.

Haryanto, Aris. 2009. Biokimia Hati Empedu dan Pankreas

(Kuliah Pengantar Blok 3 Pada tanggal 14 Januari Tahun 2009)

Laksman Hendra. 2005. Kamus Anatomi. Djambatan. Jakarta

Parakkasi, Aminuddin. 1986. Ilmu Nutrisi dan Makanan ternak monogastrik. UI Press. Jakarta

Sarmin, drh. 2009. Fisiologi Hati, Empedu, Pankreas.

(Kuliah Pengantar Blok 3 tahun 2008 dan tahun 2009 pada tanggal 14 Januari 2009)

Wendo, Woro, Drh. 2009. Struktur Makroanatomi Hati, Pankreas, dan Vesica Fellea

(Kuliah Pengantar Blok 3 Pada tanggal 13 Januari Tahun 2009)

About these ads

Perihal imam abror
Belajar menjadi yang terbaik di mata Alloh. Hidup ini singkat dan hanya satu kali, manfaatkan tidak hanya untuk kepentingan sendiri, tapi untuk kepentingan orang banyak, Alloh beserta orang-orang yang peduli….

2 Responses to Struktur hepar, pankreas, dan vesika fellea, serta hormon dan fungsinya

  1. Akbar mengatakan:

    makasieh………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: