JAMUR


Tujuan Pembelajaran         : 1. Bagaimana struktur, fungsi, klasifikasi, reproduksi, dan

metabolism dari bakteri ?

2. Bagaimana struktur, fungsi, klasifikasi, reproduksi, dan

metabolism dari jamur ?

3. Sebutkan macam-macam obat antibakteri (bakteri gram positif

& bakteri gram negative) beserta penyakitnya dan mekanisme

kerja obatnya !

4. Sebutkan macam-macam obat antifungi beserta penyakit dan

mekanisme kerjanya !

5. Apakah perbedaan lesi yang disebabkan oleh fungi & bakteri ?

  1. I. Struktur, fungsi, klasifikasi, reproduksi, dan  metabolism dari bakteri
    1. A. Struktur
      1. a. Luar

-          Flagel atau Bulu Cambuk

Pada umumnya diameter flagel kurang dari 0,1 µm. Flagel merupakan benang-benang protoplasma yang berpangkal pada titik tepat dibawah membran sel; pangkal tersebut dinamakan rizoblast. Flagel terdiri dari protein yang disebut flagelin, yakni semacam myosin.

-          Pili atau Fimbriae

Pili hanya ditemukan pada bakteri Gram negative. Pili termasuk golongan yang disebut lektin.

-          Kapsula atau Lapisan Lendir

Kapsula terdiri dari lapisan lendir yang tebal dan terdiri atas karbohidrat. Pada spesies tertentu lendir itu mengandung unsur N atau P. Lendir ini bukan suatu bagian integral dari sel melainkan hasil pertukaran zat. Kapsul berfungsi untuk melindungi sel terhadap kehadiran faktor luar yang tidak menguntungkan, sedangkan bagi manusia berguna untuk identifikasi.

-          Dinding Sel

Berfungsi memberikan bentuk pada bakteri, mengatur keluar masuk zat, serta memegang peranan dalam pembelahan sel. Dinding sel terdiri berbagai macam bahan organik seperti selulosa, hemiselulosa, dan khitin (karbohidrat yang mengandung unsur N). (Waluyo, 2007).

  1. Dinding Sel Bakteri Gram Positif

Pada dinding sel bakteri gram positif mengandung lapisan peptidoglikan yang tebal dan asam teichoic.

  1. Dinding Sel Bakteri Gram Negatif

Pada dinding sel bakteri gram negatif memiliki lapisan luar, lipopolisakarida – terdiri atas membran dan lapisan peptidoglikan yang tipis terletak pada periplasma (di antara lapisan luar dan membran sitoplasmik).

  1. b. Dalam

-          Membran sitoplasma

Membrane sitoplasma tersusun oleh oleh senyawa protein, lipida, serta asam nukleat.

-          Protoplasma

Protoplasma merupakan koloid yang mengandung karbohidrat, protein, enzim, belerang, kalsium karbonat, dan volution yaitu zat yang banyak mengandung RNA.

-          Nukleus

Bakteri mempunyai RNA dan DNA. Bakteri merupakan makhluk hidup yang bersifat haploid dan termasuk sel prokariotik.

-          Organel-organel yang lain

Substansi yang terdapat pada sel prokariotik, yaitu :

  1. a. Ribosom, yakni partikel kecil yang terdiri dari protein dan RNA yang berfungsi mensintesis protein.
  2. b. Badan inklusi, merupakan kepingan kecil material berupa butiran glikogen, tetesan asam polihidrosibutirat, metafosfat anorganik, belerang, atau senyawa yang mengandung nitrogen (Waluyo, 2007)
  3. B. Fungsi

Bakteri mempunayi beberapa fungsi diantaranya adalah

  1. Bakteri pengurai : Bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang mati, serta sisa-sisa atau kotoran organisme. Bakteri tersebut menguraikan protein, karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2, gas amoniak, dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. Oleh karena itu keberadaan bakteri ini sangat berperan dalam mineralisasi di alam dan dengan cara ini bakteri membersihkan dunia dari sampah-sampah organik.
  2. Bakteri Nitrifikasi : merupakan bakteri-bakteri tertentu yang mampu menyusun senyawa nitrat dari amoniak yang berlangsung secara aerob di dalam tanah.
  3. Bakteri Nitrogen : Bakteri nitrogen adalah bakteri yang mampu mengikat nitrogen bebas dari udara dan mengubahnya menjadi suatu senyawa yang dapat diserap oleh tumbuhan.
  4. Baketri usus : Bakteri Entamoeba coli hidup di kolon (usus besar), berfungsi membantu membusukkan sisa pencernaan juga menghasilkan vitamin B12, dan vitamin K yang penting dalam proses pembekuan darah.
  5. Bakteri untuk proses fermentasi. sehingga bisa menghasilkan makanan dan minuman.
  6. Bakteri penghasil antibiotic, contohnya adalah Bacillus brevis, menghasilkan terotrisin, Bacillus subtilis, menghasilkan basitrasin, Bacillus polymyxa, menghasilkan polimixin (Anonim, 2009).
  1. C. Klasifikasi

Bakteri dapat diklasifikasikan menurut bentuk, flagel, sumber makanan, dan sumber untuk respirasinya.

  1. klasifikasi bakteri berdasarkan bentuknya
  • Bacilus (batang)

contoh : Diplobacilus (batang berpasangan), Streptobacilus (Batang berantai).

  • Coccus (Bulat)

contoh : Satfilococcus (bulat bergerombol), Streptococcus (bulat berantai), diplococcus (bulat berpasangan), tetracoccus (bulat emapt-empat), Sarcina (bulat delapan).

  • Spirilium

contoh : Spirilium (spiral), vibrio (coma).

  1. Berdasarkan jumlah dan letak flagel
  • Atrik                : tidak memiliki flagell.
  • Monotrik         : memiliki flagell di salah satu ujungnya.
  • Lofotrik           : memiliki beberapa flagell di salah satu

ujungnya.

  • Amfitrik          : memiliki flagell pada kedua ujungnya.
  • Peritrik                        : memiliki flagell di seluruh permukaan

tubuhnya.

  1. Klasifikasi bakteri berdasarkan sumber makanannya
  • Autotrof, merupkan bakteri yang dapat mensintesis makanannya sendiri.

contoh : 1. Fotoautotrof : Bakteri yang mengunakan cahaya matahari sebagai energinya. 2. Kemoautotrof : Bakteri yang menggunak bahan kimia sebagai bahan energinya,

  • Heterotrof : Bakteri yang tidak bisa mensintesisi makanannya sendiri.

contoh : Saprofit : Mengambil sisa-sisa mikroorganisme. Parasit : Mengambil bahan organic dari organism lain.

  1. Klasifikasi bakteri berdasarkan sumber respirasinya
  • Aerob : Bakteri yang menggunakn oksigen bebas sebagai bahan respirasinya. Nitrosomonas, Nitrobacter, Nitrococcus.
  • Anaerob : Bakteri yang tidak menggunakn oksigen sebagai bahan repirasinya. Contoh : Streptocoocus lactis
  1. D. Reproduksi

Pada keadaan lingkungan yang buruk bacteri akan membentuk spora, karena spora tahan terhadap penurunan dan kenaikan suhu. Jika keadaan lingkungan menjadi membaik, spora akan bertunas menjadi satu sel bacteri yang aktif.

Pembiakan seksual tidak terjadi pada bacteri, tetapi hanya terjadi pemindahan materi genetik dari satu bacteri ke bacteri yang lain tanpa menghasilkan zigot, peristiwa ini disebut paraseksual.

Ada 3 cara paraseksual :

- transformasi        :  pemindahan sedikit materi genetik/ DNA bahkan hanya satu

gen saja ke bacteri lain

- konyugasi            : bergandengnya dua  bacteri  dengan  membentuk jembatan

untuk pemindahan materi genetik

- transduksi           : pemindahan materi genetik dengan  perantaraan  virus

Pembiakan bacteri dengan  pembelahan (aseksual)  pada  kondisi yang memungkinkan terjadi setiap 20 menit sekali (Anonim, 2009)

  1. Metabolism

Metabolisma terdiri dari dua proses yang berlawanan yang terja secara simultan. Reaksi tersebut adalah: 1. Sintesis protoplasma dan penggunaan energi yang disebut sebagai Anabolisma. 2. Oksidasi substrat diiringi dengan terbentuknya energi disebur dengan Katabolisma. Ada dua macam energi yang digunakan oleh makhluk hidup. pertama adalah sinar matahari. Organismanya disebut dengan organisma fotosintesis atau di kenal juga dengan organisma fototrofik. kedua adalah Oksidasi senyawa kimia. Organismanya disebut dengan organisma kemosintesis kemotrofik atau autotrofik.

Fotosintesis terdapat dua macam, yaitu :

  1. Fotosintesis tipe Cynobacteria. Fotosintesis tipe ini sama dengan fotosintesis yang terjadi pada tanaman tingkat tinggi dengan keseluruhan reaksi adalah.

CO2 + 2H2O ……sinar matahari…… H2O + [ CH2o ]n + O2

klorofil

dimana pada sistem fotosintesis ini terdapat 2 fotosistem yaitu fotosistem (PS) I dan II. Aliran elektron dari PS II ke PS I selanjutnya mengubah NADP+ menjadi NADPH. Aliran eletktron yang demikian dikatakan noncyelic phosphorilation.

  1. Fotosintesis tipe Noncyanobacteria, kelompok bakteri ini tidak memiliki fotosistim II untuk menfotolisis H2O. Dengan demikian bakteri ini tidak pernah menggunakan air sebagai reduktan sehingga oksigen tidak pernah di hasilkan dari fotosintesis. Fotosintesis yang demikian berlangsung dalam keadaan anaerob, sehingga dikenal dengan fotosintesis anaerob. jadi organisma ini memerlukan suplai senyawa organik sebagai donor hidrogennya Persamaan reaksi secara umum adalah:

Sinar matahari

CO2 +2H2A……………………….H2O + [CH2O]n + 2A

klorofil

Berdasarkan tipe pada reduktan dan pigmen fotosintesisnya kelompok bakteri ini dapat di bagi menjadi 3 family yaitu Chlorobiceae,Ceomaticeae, dan rhodospirillacea

  1. Chlorobiceae, Disebut juga dengan green-sulfur bacteria. Bacteri ini juga di gunakanhidrogen dan beberapa senyawa mengandung sulfat sebagai reduktanya.

Sinar matahari

CO2 + 2H2……………………….. CH2O + H2O

CO2 + 2H2S ………………….. CH2O + H2O + 2 S

3CO2 + 2S + 5h2O ………………. 3 CH2O + 2H2SO2

2CO2 + Na2S2O3 +3H2O ……………….. 2CH2O + Na2SO4

  1. Chromaticeae, Pada prinsipnya sama dengan Chomaticeae tetapi pigmen yang dimilikinya tidak hijau melainkan merah- jingga disebut dengan purle- surful- bacteria.
  2. Rhodospirillaceae, Bakteri ini menggunakan hidrogen dan berbagai senyawa organik sebagai reduktan. contoh : rhodospirillum, Rhodopseudomonas.

Sinar mathari

CO2 + 2CH3CHOHCOOH …………………….CH2O + H2O + 2CH3COCOOH

Yang perlu diperhatikan bahwa fotosintesis ini hanya dapat berlangsung dalam keadaan anoerob. Akan tetapi ada beberapa anggota Rhodospirillaceae mampu melakukan pertumbuhan nonfortosintesik dengan adanya oksingen apabila media mengandung cukup nutisi untuk tumbuh.

Selain melalui fotosintesis, metabolism juga dapat dari Seperti halnya organisme fotosintetik, kelompok bacteri ini menggunakan CO2 sebagai sumber korban. Akan tetapi untuk mengubah CO2 menjadi material sel diperlukan energi dan NADPH. Pada bakteri fotosintetik energi dan NADPH ini diperoleh dari sinar matahari, akan tetapi pada organisma kemoutotrofm diperoleh dari oksidasi senyawa kimia. Jadi proses pengangkapan energi sama dengan yang terjadi pada fosforilasi oksidatif dimana elektron yang dihasilkan dari oksodasi sulfut, amino dan lain-lain di transfer melalui serangkaian stanspor elektron yang menyebabkan keluarnya proton dari sel. Potensial pH yang terjadi dikonversi didalam ikatan fosfat  yang mengandung energi yang tinggi dada saat proton tersebut masuk kembalik kembali kedalam sel melalui chanel proton. Setelah ATP termasuk, pola biosintesis dalam sel analog dengan organisme fotosintesis. Bacteri kemaoautotrof ini dikelompokkan menjadi beberapa generasi berdasarkan pada macam senyawa organik yang dioksidasi sebagai sumber energi.

Ada sebagian besar bakteri kehilangan kemampuan untuk mensintesis protoplasma dari senyawa-senyawa anorganik sehingga bergantung sepenuhnya pada senyawa organik sehingga sebagai makanannya. Organisme yang demikian disebut dengan heterotrof yang artinya ‘ nourish by other, atau makanan disediakan oleh organisme lain, dan tipe nutrisinya di sebut heterotrofik. Akan tetapi perlu diingat bahwa batasan ini sebenarnya tidak begitu tegas. Dan ada beberapa mikroorganisma heterotrof membutuhkan senyawa organik lebih banyak di bandingkan dengan organisme lain. Berdasarkan sumber korban dan energinya, mikroorganisme dikelompokkan sebagai berikut

(Priani, 2003)

  1. II. Struktur, fungsi, klasifikasi, reproduksi, dan metabolism dari fungi
    1. Struktur

Fungi memiliki ciri-ciri yang khas yakni berupa benang-benang tunggal atau bercabang yang disebut dengan hifa. Kumplan hifa-hifa akan membentuk miselium.

Fungi merupakan organisme eukariotik yang mempunyai ciri-ciri :

  1. mempunyai spora
  2. memproduksi spora
  3. tidak mempunyai klorofil sehingga tidak dapat berfotosintesis
  4. tubuh berfilamen dan dinding sel mengandung kitin,glukan,selulosa,dan manan

Fungi merupakan organisme menyerupai tanaman,tetapi mempunyai beberapa perbedaan,yakni:

-          Tidak mempunyai klorofil

-          Mempunyai dinding sel dengan komposisis berbeda

-          Berkembangbiak dengan spora

-          Tidak mempunyai batang,cabang ,akar,dan daun

-          Tidak mempunyai sistem vaskuler seperti pada tanaman

-          Bersifat multiseluler tidak mempunyai pembagian fungsi masing-masing bagian seperti pada tanaman

Fungi ada yang bersifat parasit yaitu : apabila dalam memenuhi kebutuhan makannya dengan mengambil dari benda hidup yang ditumpanginya .dan ada pula yang bersifat saprofit yaitu ;apabila memperoleh makanan dari benda mati dan tidak merugikan benda itu sendiri.

  1. B. Fungsi

-          Dapat mensintesis protein dengan mengambil sumber karbon dari karbohidrat (misalnya glukosa,sukrosa dan maltosa)

-          Sumber nitrogen dari bahan organik atau anorganik dan mineral dari substratnya

  1. C. Klasifikasi

Fungi dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu

1. Kapang

Morfologi dari fungi multiseluler atau kapang ini  mempunyai miselium atau filamen,dan pertumbuhannya dalam bahan makanan mudah sekali dilihat yakni seperti kapas.  Kapang dibedakan menjadi dua kelompok berdasrkan stuktur hifa,yaitu:

-          hifa tidak bersekat atau nonseptat,intinya tersebar disepanjang spora.yaitu kelas; Phycomycetes (Zygomyetes dan Oomycetes)

-          hifa bersekat atau septat yaitu kelas :Ascomycetes ,Basidiomycetes, Deuteromycetes kapang berkembangbiak dengan cara :

-          aseksual yaitu pembelahan,penguncupan,atau pembentukan spora

-          seksual yaitu dengan peleburan nukleus dari kedua induknya

  1. Khamir

Khamir termasuk cendawan ,tetapi berbeda dengan kapang,karena bentuknya yang terutama uniseluler.Beberapa khamir tidak membentuk spora (asporogenous) dan digolongkan dalam fungi impertekti dan lanilla membentuk spora seksual sehingga digolongkan dalam Ascomycetes dan Basidiomycetes.

Morfologi dari sel khamir mempunyai ukuran yang bervariasi ,yaitu dengan panjang 1,5 mm sampai 20-50 mm dan lebar 1-10mm.Bentuk khamir bermacam-macam yaitu bulat,ova,original,silinder,ogival yaitu bulat panjang dengan salah satu ujung runcing,segitiga melengkung (trianguler) ,berbenuk botol,bentuk alpukat atau lemon,membentuk psedoiselium dan sebagainya. Ukuran dan bentuk sel khamir dalam kultur yang sama mungkin berbeda karena pengaruh perbedaan umur dan kondisi lingkungan selama pertumbuhan.

Sedangkan untuk Sitologi khamir, khamir terdiri dari kapsul,dinding sel,membran sitoplasma,nukleus,satu atau lebih vacuola,mitokondria,globula lipid,volutin atau polifosfat,dan sitoplsma. Dan untuk  reproduksi, dapat melakukan reproduksi dengan beberapa cara:

-          Pertunasan

-          Pembelahan

-          Pemebelahan tunas dengan kombinasi antara pertunasan dan pembelahan

-          Sporulasi  atau pembentukan spora (dengan spora asexual dan seksual)

Dan juga Jamur dibagi menjadi 6 divisi

  1. 1. Mycomycotina (Jamur lendir)

Myxomycotina merupakan jamur yang paling sederhana. yang mempunyai 2 fase hidup, yaitu:

-          fase vegetatif (fase lendir) yang dapat bergerak seperti amuba, disebut plasmodium

-          fase tubuh buah

Reproduksi : secara vegetatif dengan spora, yaitu spora kembara yang disebut myxoflagelata. Contoh spesies : Physarum polycephalum

  1. 2. Oomycotina

Tubuhnya terdiri atas benang/hifa tidak bersekat, bercabang-cabang dan mengandung banyak inti. Reproduksinya adalah dengan :

-          Vegetatif : yang hidup di air dengan zoospora yang hidup di darat dengan sporangium dan konidia.

-          Generatif : bersatunya gamet jantan dan betina membentuk oospora yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru.

Contoh spesies dari divisi ini adalah 1. Saprolegnia sp. : hidup saprofit pada bangkai ikan, serangga darat maupun serangga air. 2. Phytophora infestans: penyebab penyakit busuk pada kentang.

  1. 3. Zygomycotina

Zygomycotina mempunyai tubuh multi seluler, habitat umumnya di darat sebagai saprofit dan hifa tidak bersekat. Reproduksi dar divisi ini adalah dengan :

-          Vegetatif: dengan spora.

-          Generatif: dengan konyugasi hifa (+) dengan hlifa (-) akan menghasilkan zigospora yang nantinya akan tumbuh menjadi individu yang baru.

Contoh spesies dari divisi ini adalah 1. Mucor mucedo : biasa hidup di kotoran ternak dan roti. 2.  Rhizopus oligosporus : jamur tempe.

  1. 4. Ascomycotina

Pada divisi ini tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler.
hifanya bersekat dan berinti banyak. Hidupnya: ada yang parasit, saprofit, ada yang bersimbiosis dengan ganggang membentuk Lichenes (Lumut kerak).Reproduksi dari divisi ini berupa :

-          Vegetatif : pada jamur uniseluler membentuk tunas-tunas, pada yang multiseluler membentuk spora dari konidia.

-          Generatif: Membentuk askus yang menghasilkan askospora.

Contoh spesies dari divisi ini adalah 1. Sacharomyces cerevisa yang sehari-hari dikenal sebagai ragi. berguna untuk membuat bir, roti maupun alkohol. mampu mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2 dengan proses fermentasi. 2. Neurospora sitophila: jamur oncom. 3. Peniciliium noJaJum dan Penicillium chrysogenum penghasil antibiotika penisilin. 4. Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti berguna untuk mengharumkan keju. 5. Aspergillus oryzae untuk membuat sake dan kecap. 6. Aspergillus wentii untuk membuat kecap 7. Aspergillus flavus menghasilkan racun aflatoksin hidup pada biji-bijian. flatoksin salah satu penyebab kanker hati. 8. Claviceps purpurea hidup sebagai parasit padabakal buah Gramineae.

  1. 5. Basidiomycotina

Ciri khasnya alat repoduksi generatifnya berupa basidium sebagai badan penghasil spora. Kebanyalcan anggota spesies berukuran makroskopik.

Contoh spesies:

1. Volvariella volvacea : jamur merang, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan

2. Auricularia polytricha : jamur kuping, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan
3. Exobasidium vexans : parasit pada pohon teh penyebab penyakit cacar daun teh atau blister blight.

4. Amanita muscaria dan Amanita phalloides: jamur beracun, habitat di daerahsubtropis

5. Ustilago maydis : jamur api, parasit pada jagung.

6. Puccinia graminis : jamur karat, parasit pada gandum

  1. 6. Deuteromycotina
    Nama lainnya adalah fungi Imperfecti (jamur tidak sempurna) dinamakan demikian karena pada jamur ini belum diketahui dengan pasti cara pembiakan secara generatif. Contoh : Jamur Oncom sebelum diketahui pembiakan generatifnya dinamakan Monilia sitophila tetapi setelah diketahui pembiakan generatifnya yang berupa askus namanya diganti menjadi Neurospora sitophila dimasukkan ke dalam Ascomycotina.Banyak penyakit kulit karena jamur (dermatomikosis) disebabkan oleh jamur dari golongan ini, misalnya :Epidermophyton fluocosum penyebab penyakit kaki atlit, Microsporum sp., Trichophyton sp. penyebab penyakit kurap (Anonim, 2009 (b)).

beberapa perbedaan pada kelas cendawan

Ciri-ciri Kelas
Phycomycetes Ascomycetes basidiomycetes Deuteromycetes
Miselium Aseptat atau senositik Septat Septat Septat
Spora aseksual Sporangiospora, kadang-kadang konidia Konidia Konidia Konidia
Spora seksual Zigospora, oospora Askospora Basidiospora Tidak diketahui
Habitat alamiah Air, tanah, hewan Tanah, tumbuhan, hewan Tanah, tumbuhan Tanah, tumbuhan, hewan

(Michael J. Pelczar, Jr : 1986)

Klasifikasi fungi menurut hal-hal berikut ini :

A. Berdasarkan morfologi hifa :

  1. Aseptat : tidak mempunyai dinding sekat atau septum
  2. Septat dengan sel-sel uniseluler : sekat membagi hifa menjadi ruang-ruang atau sel-sel berisi nukleus tunggal
  3. Septat dengan sel-sel multinukleat : septum membagi hifa menjadi sel-sel dengan lebih dari  satu nukleus dalam setiap ruang

B. Berdasarkan spora aseksual :

1. Konidiospora : dibentuk di ujung atau di sisi suatu hifa

2. Sporangiospora : terbentuk di dalam kantung sporangium di ujung hifa

3. Oidium : terbentuk karena terputusnya sel-sel hifa

4. Klamidospora : terbentuk dari sel-sel hifa

5. Blastospora : tunas pada sel-sel khamir

C. Berdasarkan spora seksual :

  1. Askospora : terbentuk di dalam pundi atau askus
  2. Basidiospora : terbentuk di atas struktur berbentuk gada yang dinamakan basidium
  3. Zigospora : terbentuk apabila ujung-ujung dua hifa yang secara seksual serasi disebut gametangia
  4. Oospora : terbentuk di dalam struktur betina yang disebut oogonium

(Pelczar dan Chan, 2006)

  1. D. Reproduksi

Fungi dapat berkembangbiak secara seksual dan aseksual :

Perbanyakan seksual dengan cara :dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot lalu zigot tumbuh menjadi tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara : membentuk spora, bertunas atau fragmentasi hifa

  1. E. Metabolism
    1. 1. Fungi itu dapat tumbuh baik dalam medium yang mengandung glutamin, asparagin, dan arginin; diikuti dengan asam glutamat, asam aspartat dan alanin.
    2. 2. Fungi dapat menghidrolisis senyawa-senyawa toksik yang sulit diuraikan menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana
    3. 3. Metabolisme Fungi lebih kompleks daripada bakteri, karena fungi  kemampuanàmerupakan mikroorganisme eukariotik yang sangat bervariasi  memanfaatkan nutrien dari lingkungan dan kemampuan metabolisme yang dimiliki oleh fungi juga sangat bervariasi. Fungi dan bakteri sama-sama memanfaatkan nutrien dari lingkungan sebagai sumber untuk bahan metabolismenya, serta metabolisme yang dilakukan meliputi (anabolisme dan katabolisme) (Anonim, 2009 (e))

  1. III. Macam-macam obat antibakteri (gram positif & negative) beserta penyakit dan mekanisme kerjanya
    1. Penicilin G

Penisilin ini diperoleh dari jamur penicillinum notatum dan penicilinum chrysogenum. Penisilin terdapat banyak, misalnya F, K, G, O, U, dan X.  Antibiotik ini tidak hanya bekerja sebagai bakteriostatik (melemahkan bakteri), namun juga sebagai bakterisida (mematikan bakteri).  Obat ini terutama katif terhadap bakteri-bakteri gram positif (stayphylococcus, streptococcus, dll).

Mekanisme kerja dari obat ini adalah merintnagi bakteri yang akan membentuk protein dari asam amino, sehingga pembelahan sel-sel bisosintesis didnidng yang formal akan terganggu. Penggunaaan penisilin yang utama adalah untuk mencegah penyakit kelamin.

  1. Kloramfenikol

Merupakan antibitika yang broad spectrum aktif terhadip bakteri gram positif dan bakteri gram negative. Anti bkateri ini dihasilkan oleh streptomyces Venezuela. Antibiotik ini biasanya untuk mengobati tifus abdominalis. Antibakteri ini mempunyai kerja ikutan yang sangat berbahaya, yaitu mengakibatkan kerusakan pada sumsung tulang belakana, sehingga, pembentukan sel-sel darah merah terganggu.

Mekanisme kerja dari antibitika ini adalah menghambat sinstesis protein yang dibutuhkan untuk pembentukan sel-sel bakteri. Sehingga kloramfenikol menghambat fungsi RNA dari bakteri.

  1. Terasiklina Hidroklorida

Antibotik ini biasa digunakan untuk penyakit disentri, gangguan saluran pernafasan. Antibitik ini dikenal di masyarakat seperti terramycin, kalcylin, dll. Kerja ikutannya sangat berbahaya berupa suprainfeksi.Mekanisme kerjanya adalah melawan bakteri sama seperti kloramfenicol yaitu menghambat sintesis protein yang dibutuhkan untuk pembentukan sel-sel bakteri.

  1. Erithromisina

Antibiotik ini dihasilkan oleh streptomyces erytheus. Antibakteri ini sangat aktif terhadap bakteri gram positif. Antibakteri ini mempunyai sifat yang sama dengn penisilin.

  1. Streptomisina dan dihidrostreptomisina

Antibakteri ini dihasilkan oleh Sterptomyce griseus. Antibakteri ini terutama aktif terhadap bakteri gram negative. Antibiotik ini terutama merupakan obat terpilih untuk penyakit TBC. Kerja ikutannya terutama

  1. Neomisina

Merupakan antibiotik yang dihasilakn oleh jamur sterptomyces fradiae. Antibiotik ini digunaka hanya secar topical.

  1. Kanamisina

Antibiotik ini dihasilkan oleh Streptomyces kanamyceticus. bersifat bekterisida.

  1. Polimiksina B

Antibiotik ini merupakan suatu polipeptida yang struktur kimanya belum diketahui dan dihasilkan oleh bacillus plymixa. Bersifat bakteriosid dan bakteriststik (Widjajanti, 1988)

  1. IV. Macam-macam obat antifungi beserta penyakit dan mekanisme kerjanya

Obat jamur untuk infeksi jamur sistemik :

  1. Amfoterisin B. Obat ini dapat menghambat aktivitas Histoplasma capsulatum, Cryptococcus neoformans, Coccidioides immitis, beberapa spesies Candida, Torulopsis glabrata, Rhodotorula, Blastomyces dermatitis, Paracoc braziliensis, beberapa strain Aspergillus, Sporotrichum schenckii, Microsporum audiouini dan spesies Trichophyton.
  2. Flusitosin. Obat ini efektif untuk pengobatan Kriptokokosis, Kandidosis, Kromomikosis, Torulopsis dan Aspergilosis.
  3. Ketokonazol dan Triazol. Sebagai turunan Imidazol, Ketokonazol mempunyai aktivitas anti jamur baik sistemik maupun nonsistemik, Efektif terhadap Candida, Coccioides immitis, Cryptococcus neoformans, H.capsulatum, B.dermatitidis, Aspergillus dan Sporothrix.
  4. 4. Kalium Iodida adalah obat terpilih untuk Cutaneous lymphatic sporotrichosis

(Anonim(c).2009)

  1. V. Perbedaan lesi yang disebabkan oleh fungi dan bakteri

a)      Lesi yang disebabkan fungi : Panu, kadas, kurap , dan merah bulat.

b)      Lesi yang disebabkan bakteri : Awalnya lesi berisi cairan, timbul koereng, koreng biasanya terdapat nanah yang berwarna kehijauan ( Anonim, 2009 (d))

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. Virus dan Monera.

http://tedbio.multiply.com/journal/item/12/Virus_dan_Monera

(diakses pada tanggal 2 September 2009)

Anonim. 2009 (b). Fungi.

bebas.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0024%20Bio%201-5a.htm

(diakses pada tanggal 8 September 2009)

Anonim.2009 (c). Antifungi. http://www.medicastore.com/

(diakses pada tanggal 8 September 2009)

Anonim. 2009 (d). Gatal-Gatal. http://www.dokterkecil.com/index.php

(diakses pada tanggal 10 september 2009)

Anonim. 2009 (e). Mikrobiologi (Metabolisme Bakteri).

http://bajuzblogs.blogspot.com/2009/03/mikrobiologi-metabolisme-bakteri.html

(diakses pada tanggal 10 Spetember 2009)

Pelczar, Michael J. Jr., and Chan E.C.S., penerjemah Hadioetomo Ratna Siri,dkk.

2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi 1.Jakarta:UI-Press

Priani, N. 2003. Metabolisme Bakteri. Sumatera Utara : FMIPA UNSUMUT

Widjajanti, N. 1988. Obat-Obatan. Yogyakarta : Penerbit Kanisius

Waluyo, Lud, Drs, M.Kes.2007..Mikrobiologi Umum. Malang : UPT Penerbitan Universitas

Malang

Macam-macam antibiotik dan mekanisme kerjanya

Obat Anti Bakteri

Antibiotika adalah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi/jamur, yang dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba jenis lain.

Antibiotika dapat digolongkan sebagai berikut :

  1. Antibiotika golongan aminoglikosid, bekerja dengan menghambat sintesis protein dari bakteri.Contohnya : Streptomisin, Gentamisin
  2. Antibiotika golongan sefalosforin, bekerja dengan menghambat sintesis peptidoglikan serta mengaktifkan enzim autolisis pada dinding sel bakteri.Contohnya : Cefadroxil dan Cefalexin
  3. Antibiotika golongan klorampenikol, bekerja dengan menghambat sintesis protein dari bakteri.Contohnya : Kloramfenikol dan Tiamfonikol
  4. Antibiotika golongan makrolida, bekerja dengan menghambat sintesis protein dari bakteri. Contohnya : Eritromisin dan Spiramisin
  5. Antibiotika golongan penisilin, bekerja dengan menghambat sintesis peptidoglikan. Contohnya : Amoxilin, dan Ampisilin
  6. Antibiotika golongan beta laktam golongan lain, bekerja dengan menghambat sintesis peptidoglikan serta mengaktifkan enzim autolisis pada dinding sel bakteri.
  7. Antibiotika golongan kuinolon, bekerja dengan menghambat satu atau lebih enzim topoisomerase yang bersifat esensial untuk replikasi dan transkripsi DNA bakteri.
  8. Antibiotika golongan tetrasiklin, bekerja dengan menghambat sintesis protein dari bakteri.Contohnya : Tetrasikin dan Minosikin
  9. Antibiotika golongan lain. Contohnya : Klidasimin, dan Linezoid ( Tjay, 2007 ).

( Tjay, 2007 ). Tjay, Tan Hoan, Drs, et all. 2007. Obat-obat Penting ed. 6.DEPKES  RI. Jakarta.

About these ads

Perihal imam abror
Belajar menjadi yang terbaik di mata Alloh. Hidup ini singkat dan hanya satu kali, manfaatkan tidak hanya untuk kepentingan sendiri, tapi untuk kepentingan orang banyak, Alloh beserta orang-orang yang peduli….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: