siklus estrus, perkembangan embrio dan lama kebuntingan


Tujuan Pembelajaran   : 1. Bagaimana Komparasi siklus estrus pada beberapa macam hewan?

2. Bagaimana Perkembangan embrio dari Fertilisasi sampai

Kelahiran?

3. Berapa lama kebuntingan pada macam-macam hewan ?

4. Apa saja Gangguan Patologi pada saat kebuntingan sampai Partus ?

  • Komparasi Siklus Estrus pada Beberapa Macam Hewan
  1. Badak        :  23-24 hari sekali, Lama estrus 12-24 jam (Agil, 2009)
  2. Orangutan : 26-44 hari, lama estrus 2-3 hari (Anonim, 2009 (a))
  3. Anjing       : Dewasa kelamin/Birahi pertama 8-12 bulan

Estrus 1-21 hari, Masa Subur hari 9-12

(Proestrus : 3-9 hari, Metestrus : 2 hari) (Mc. Donald, 1969)

  1. Kucing      : Dewsa Kelamin Umur 6-9 bulan

Masa birahi 10 hari, Masa kawin 3-4 kali/tahun (Widiyono, 2008).

  1. Kuda
Karekteristik Keterangan
  1. Pubertas
  2. Proestrus
  3. Metestrus
  4. diestrus
  5. Anestrus
  1. Lama estrus
  2. Panjang siklus estrus
  3. Saat ovulasi
18 bulan (10 – 24 bulan)

2 hari

2 hari

12-13 hari

Sampai musim kawin (Mc.Donald,1969)

6 – 7 hari

21 hari (7 – 124 hari)

1 – 2 hari sebelum akhir estrus (Widiyono, 2008).

  1. Sapi
Karakteristik Keterangan
  1. Pubertas
  2. Proestrus
  3. Metestrus
  4. diestrus
  5. Anestrus
  6. Lama estrus
  7. Panjang siklus estrus
  8. Saat ovulasi
  9. Birahi setelah melahirkan
12 (8 – 18 bulan)

3-4 hari

2 hari

15 hari

Sampai musim kawin (Mc.Donald,1969)

16 (6 – 20 jam)

21 (14 – 24 hari)

12 (2 – 26 jam)

35 (16 – 90 hari) (Widiyono, 2008).

  1. Domba dan Kambing
Karakteristik Domba Kambing
  1. Proestrus
  2. Metestrus
  3. diestrus
  4. Anestrus
  1. Siklus estrus
  2. Lama estrus
  3. Estrus pertama
2 hari

2 hari

11-12 hari

Sampai musim kawin (Mc.Donald,1969)

17 hari

30 jam

Umur 8 – 10 bulan

-

-

-

-

14 – 21 hari

24 – 21 hari

Umur 10–12 bulan

(Widiyono, 2008).

  1. Babi
Karakteristik Keterangan
  1. Pubertas
  2. Kawin pertama
  3. Proestrus
  4. Metestrus
  5. diestrus
  6. Anestrus
  7. Lama estrus
  8. Panjang siklus estrus
  9. Saat ovulasi
  10. Jumlah ovum
  11. Saat kawin yang baik
  12. Birahi setelah melahirkan
200 hari (♀ 4 – 7 bl, ♂ 5-8 bl)

Umur 9 bulan

2 hari

2 hari

14 hari

Sampai musim kawin (Mc.Donald,1969)

2-3 hari (1 – 5 hari)

21 hari (18 – 24 hari)

12 – 48 jam setelah awal estrus

10 – 20 ova

Hari ke-2 estrus

2 -7 hari  (steril), 3-5 hari setelah anak disapih (Widiyono, 2008).

  • Perkembangan Embrio dari Fertilisasi Sampai Kelahiran

Saat kepala sperma menembus dinding telur, dan ekornya tertinggal di luar, dan selanjutnya inti telur dan inti sperma bersatu. Setelah bersatu inilah ovum telah menjadi zigot. Zigot merupakan sel diploid (2n) dengan jumlah kromosom 23 pasang. Sambil zigot bergerak kearah uterus, zigot membelah secara mitosis berkali-kali. Zigot akan membelah diri menjadi dua, empat, delapan, enambelas, dan seterusnya, Pada saat embrio mencpai 32 sel disebut morula.

Morula ini nanti akan berkembang menjadi blastula. Pada blastula, sel-sel bagian dalam akan membentuk bakal janin atau embrioblas, sedangkan bagian luarnya membentuk trofoblas. Trofoblas ini merupakan dinding yang berfungsi untuk menyerap makanan dan yang pada nantinya akan membentuk plasenta. Selanjutnya blastula bergerak menuju ke uterus, pada dan selama proses ini korpus luteum menghasilakn hormone progesterone. Hormon ini berfungsi untuk implantasi atau perlekatan embrio dengan merangsang pertumbuhan endometrium. Blastula setelah melakukan implantasi juga akan meleoaskan hormone korionik gonadotropin, hormone ini akan melindungi kebuntingan dengan cara menstimulasi hormone estrogen dan progesterone sehingga menstruasi pada primate tidak dapat terjadi.

Proses selanjutnya adalah membentuk gastrula atau disebut gastrulasi, yaitu proses proses dimana bagian embrioblas membentuk dua lapisan, yaitu lapisan luar atau ektodermis dan lapisan dalam atau endodermis. Dan pada bagian permukaan dari lapisan ektodermis melakukan invaginasai kedalam membentuk lapisan mesodermis.

Proses yang se;lanjutnya adalah organogenesis atau pembentukan organ. Pembentukan terjadi dari ketiga lapisan dasar. yang akan membentuk organ, jaringan, dan sistem organ. (Syamsuri, 2003).

(Barlian, 2009)

Setalah proses embryogenesis selesai, maka setelah ini adalah masa fetus perkembangan fetus. Masa ini ditandai dengan penyempurnaan jaringan-jaringan dan organ-organ dalam, serta pertumbuhan tubuh yang pesat. Perkembangan fetus ada tiga tahapan. Tahapan pertama akan terpusat pada perkembnagan fungsi-fungsi organ seperti otak, jantung dan paru-paru. Tahapan kedua adalah pertumbuhan yang terpusat pada alat-alat gerak, dan pada tahapan ketiga bias dikatakan pertumbuhan sudah lengkap (Syamsuri, 2003)

  • Lama Kebuntingan pada macam-macam Hewan

Kucing            : 52-74 Hari (Anonim, 2009 (b)).

Badak              : 15-16 Bulan (Agil, 2009 ).

Orangutan       : 254-279 Hari (Anonim, 2009 (a)).

Kuda               : 336 Hari                                            Beruang madu : 95-96 hari

Babi                 : 114 Hari (111-115 hari)                    Beruk              : 130-180 hari

Sapi                 : 283 (240-330 hari).                           Gajah               : 18-22 bulan

Domba                        : 141-159 hari                                      Harimau          : 104-106 hari

Kambing         : 147 hari                                             Kanguru          : 29-38 hari

Anjing             : 58-70 hari (Widiyono, 2008)            Singa               : 105 hari

Babi Rusa        : 115 hari                                             Siamang          : 7 Bulan

Banteng           : 270-280 hari                                      Unta                : 390-410 hari

Bekantan         : 196 Hari                                            (Anonim, 2008 (b))

  • Gangguan Patologis pada saat Kebuntingan sampai Partus
  1. Brucellosis

Brucellosis adalah penyakit hewan menular yang secara primer menyerang sapi, kambing, babi dan sekunder beberapa jenis hewan lainnya dan manusia. Brucellosis disebabkan bakteri Brucella abortus. Abortus karena Br. abortus umumnya terjadi dari bulan ke-6 sampai ke-9 periode kebuntingan

  1. Camphylobacteriosis

Camphylobacteriosis yang disebabkan oleh Camphylobakter foetus veneralis (dahulu disebut Vibrio fetus veneralis) adalah salah satu penyakit penyebab utama kegagalan reproduksi pada sapi yang disebarkan melalui perkawinan. Umumnya ditemukan kematian embrio dini atau abortus pada bulan ke-4 sampai akhir kebuntingan (Toelihere, 1985).

  1. Jamur

Jamur masuk lewat inhalasi sampai ke paru-paru, spora akan mengikuti aliran darah menuju plasenta dan menyebabkan plasentitis diikuti oleh kematian fetus dan abortus. Jamur juga dapat masuk ke tubuh melalui makanan, lewat ingesti spora masuk rumen menyebabkan rumenitis kemudian masuk ke dalam darah menuju plasenta dan menyebabkan plasentitis yang diikuti oleh abortus (Prihatno, 2006).

  1. Trichomonas Vaginitis

Merupakan infeksi vagina yang disebabkan oleh parasit berflagela atau trikhomonas. Dapat menyebabkan abortus (Anonim, 2009 (c)).

  1. Toxo atau Toxoplasma Gondii

Merupakan parasit protozoa bersel tunggal yang juga dapat menyebabkan abortus atau toxoplasmosis (Anonim, 2008(a)).

Daftar Pustaka

Anonim. 2008 (a). Toxo. spesialis-torch.com.

(diakses pada tanggal 30 Mei 2009).

Anonim. 2008. Panduan Satwa KRKB Gembiraloka. PKBSI. Yogyakarta.

Anonim. 2009 (a). Orangutan (Pongo Pygmaeus). http://x-jungle.blogspot.com/

(diakses pada tanggal 1 Juni 2009)

Anonim. 2009 (b). Kebuntingan Pada Kucing. http://jogjavet.wordpress.com/

(diakses pada tanggal 1 Juni 2009)

Anonim. 2009 (c). Faktor Penyebab Keguguran Kandungan.

http://www.kendaripos.co.id/cetak.php?id=584.

(diakses pada tanggal 28 Mei 2009)

Agil, Muhammad. 2009. Badak Sumatera.

http://www2.kompas.com/ver1/negeriku/PadamuNegeri.

(diakses pada tanggal 1 Juni 2009).

McDonald, L.E., 1969, Veterinary Endocrinology and Reproduction, Lea & Febringer,

Philadelphia.

Prihatno, S.A, 2006, Kontrol Sterilitas pada Ternak, Bagian Reproduksi dan Kebidanan.

Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Syamsuri, Istamar. 2003. Biologi SMA kelas IX. Erlangga. Jakarta.

Toelihere, M.R., 1985, Inseminasi Buatan pada Ternak, Penerbit Angkasa, Bandung.

Widiyono, Irkham. 2008. Hewan Produksi Ruminantia dan Non Ruminantia.

( kuliah Pengantar S-1 angkatan 2008, tanggal 21 Oktober 2008)

Komparasi Siklus Estrus dan Lama Kebuntingan Beserta Perkembangan Embrio dan Patologi

Tugas Individu

Unit Pembelajaran 2

Perkawinan yang Membuahkan Hasil

Blok 6

Oleh :

Imam Abror

06016

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN

UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA

3 Juni 2009

About these ads

Perihal imam abror
Belajar menjadi yang terbaik di mata Alloh. Hidup ini singkat dan hanya satu kali, manfaatkan tidak hanya untuk kepentingan sendiri, tapi untuk kepentingan orang banyak, Alloh beserta orang-orang yang peduli….

4 Responses to siklus estrus, perkembangan embrio dan lama kebuntingan

  1. P Dwi Har mengatakan:

    terima kasih atas inf ini

  2. bobby mengatakan:

    numpang nanya..
    apakah masa estrus dan lama bunting setiap jenis anjing itu sama…..?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: