Organ reproduksi, fungsi, Mekanisme hormonal, siklus dan lam estrus pada hewan betina


1. Mengetahui Organ-organ Reproduksi Betina Beserta

Fungsinya Masing-masing.

2. Mengetahui Mekanisme dan Fungsi Hormonal Reproduksi

Betina

3. Mengetahui Faktor, Umur dan Ciri-ciri Pubertas pada

Reproduksi Betina

4. Mengetahui Siklus dan Lamanya Estrus pada Masing-masing

Hewan.

 

 

  1. I. Organ-organ Reproduksi Betina Beserta Fungsinya Masing-masing.

Ovarium pada kuda, sapi, dan anjing seperti buah kacang. Sedangkan pada babi seperti benjolan-benjolan buah anggur. Letak ovarium pada Kuda di  ventral L4 atau L5, Sapi pada :margo lateralis apertura pelvis cranialis, pada Babi bervariasi, margo lateralis apertura pelvis cranialis atau sebelah dari ren, sedangkan pada anjing caudal atau menyentuh ujung caudal ren atau ventral L3 atau L4 atau antara costae terakhir dan crista iliaca (Wendo, 2009) . Ovarium berfungsi sebagai penghasil sel telur dan mensekresikan hormone-hormon endokrin (Partodihardjo, 1987)

Oviduk terdiri dari infundibulum, ampula, dan istmus. Pada ujung cranial berbentuk corong disebut infundubulum tubae uterine. Terdapat fimbria seperti rambut-rembut yang berfungsi sebagi penangkap folikel. Di Infundibulum juga terdapat lubang pada bagian cranial disebut ostium abdominal tubae, sedangkan pada bagian caudal disebut ostium uterinum tubae (Wendo, 2009). Oviduk berfungsi anatara lain

  1. Menerima telur yang telah diovulasikan oleh ovarium
  2. Menerima spermatozoa dari uterus
  3. Menemukan ovum dan spermatozoa atau fertilisasi di ampula istmus junction
  4. Menyalurkan ovum yang telah dibuahi ke uterus
  5. Kapasitasi Spermatozoa (proses pendewasaan sperma, sehingga mampu membuahi telur) (Partodihardjo, 1987)

Uterus sebagian besar terletak pada cavum abdominis, dan sebagian kecil pada cavum pelvis. Uterus terdiri dari

  1. Cornue uteri yang tereletak pada cavum abdomis. pada sapi spiral, babi panjang, berkelok-kelok, kuda cekung ke dorsal, sedangkan anjing pendek.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Corpus Uteri, terletak sebagian besar di dalam cavum abdominis. Pada endometrium ruminansia terdapat caruncula.
  2. Cervik uteri, Berdiniding tebal, terdapat saluran yang disebut canalis sevicis Kuda dan babi terletak di sentral, ruminansia di ventral, carnivora di dorsal. juga terdapat dua lubang yaitu orificium uteri internum dan orificium uteri externum. Sedangkan bagian yang menonjol ke vagina disebut portio vaginalis uteri.

Uterus terdapat empat tipe yaitu 1. Dupleks yang merupakan uterus kanan dan kiri terpisah dan bermuara secara terpisah ke vagina, 2. Bipartil antara uterus kanan dan kiri bersatu yang bermuara ke vagian dengan satu lubang. 3. Bikornuat uterus kanan dan kiri lebih banyak yang bersatu dan bermuara ke vagina dengan satu lubang. 4. Simpleks semua uterus bersatu, sehingga hanya memiliki badan uterus.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fungsi dari uterus sendiri antara lain adalah

  1. Pada waktu estrus kelenjar endometrium menghasilkan cairan uterus, yang akan mendewasakan spermatozoa
  2. Melakukan kontraksi pada saat ovulasi, hal ini diperlukan untuk pengangkutan spermatozoa ke oviduck.
  3. Pada waktu metesetrus dan awal diestrus cairan uterus merupkan substrat yang cocok untuk pertumbuhan embrio muda.
  4. Pada waktu bunting uterus akan membesar, melahirkan akan kontraksi, pada sat partus akan terjadi pengecilan, dan pada waktu diestrus telur yang mati akan diangkut kembali.

Sedangkan untuk fungsi servik antara lain adalah

  1. Menutup lumen uterus sehingga tidak memberi kemungkinan untuk masuknya mikroba.
  2. Cairan serviks dari sel-sel goblet pada dinding lumen sebagai tanda birahi.
  3. Spermatozoa akan berenang mengeikuti arah cairan yan dikeluarkan oleh cervik.
  4. Menseleksi spermatozoa pada cairan
  5. Deposisi semen pada kuda dan babi.
  6. Sekretum mucus pada canalis servicalis menutup os serviks sebagai sumbat (Partodihardjo, 1987).

Vagina merupakan saluran reproduksi bagian interna yang paling caudal. pada bagian dorsal berbatasan dengan rectum, bagian ventral berbatasan dengan vesika urinaria, sedangkan pada bagian lateral berbatasan dengan dinding cavum pelvis. Ruang sekitar Portio vaginalis uteri disebut dengan fornix uteri, pada fornix uteri ini terkadang saat IB terjadi kesalahan masuk ke tempat ini. Sedangkan untuk batasan vagina dan vulva terdapat selaput hymen. Pada vagina juga terdapat lubang muara uretra yang disebut dengan orificium uretra externum Vagina ini berfungsi sebagai alat kopulasi dan deposisi semen pada ruminansia (Wendo, 2009).

Vulva dengan batas dorsal rectum, batas ventral dasar caum pelvis, dan batas lateral m. semimembranosus. Pada vulva terdapat celah yang disebut rima vulvae. Vulva merupakan bagian ekternal dari organ reproduksi betina. Selain vulva juga terdapat, mons pubis yang merupakan daerah teratas dari vulva yang banyak mengandung jaringan lemak, pada masa pubertas mulai ditumbuhi rambut. Juga teradat labium mayor dan minor. Terdapat juga commisura ventral yang berbentuk seperti tonjolan, terdapat juga klitoris yang merupaakn homolog dengan penis. Dan terdapat vestibulum yang merupakan daerah dengan batas atas klitoris (Soepardiman, 2009).

  1. II. Mekanisme dan Fungsi Hormonal Reproduksi Betina.
    1. A. Hormon-hormon dan fungsinya
      1. GnRH, diproduksi di hipotalamus, kemudian dilepaskan, berfungsi menstimulasi hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin (FSH / LH ).
      2. FSH (Follicle Stimulating Hormone), diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior, sebagai respons terhadap GnRH. Berfungsi memicu pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium wanita (pada pria : memicu pematangan sperma di testis).
      3. LH (Luteinizing Hormone), diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus, LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron.
      4. Estrogen, diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel di ovarium secara primer, dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal melalui konversi hormon androgen. pada pria, diproduksi juga sebagian di testis. Selama kehamilan, diproduksi juga oleh plasenta. Berfungsi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan (proliferasi) pada berbagai organ reproduksi wanita. Pada uterus : menyebabkan proliferasi endometrium. Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks dan pengentalan lendir serviks. Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina. Pada payudara : menstimulasi pertumbuhan payudara. Juga mengatur distribusi lemak tubuh. Pada tulang, estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga memicu pertumbuhan / regenerasi tulang. Pada wanita pascamenopause, untuk pencegahan tulang keropos / osteoporosis, dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik) pengganti. Juga menstimulasi PGF2α.
      5. Progesteron, Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium, sebagian diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta. Progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan yang optimal jika terjadi implantasi.
      6. 6. HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)

Hormon ini mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas (plasenta). Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal. Mungkin juga memiliki fungsi imunologik.

  1. LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolaktin

Hormon ini diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu / meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Di ovarium, prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum. Pada kehamilan, prolaktin juga diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental Lactogen). Fungsi laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama pada masa laktasi / pascapersalinan. Prolaktin juga memiliki efek inhibisi terhadap GnRH hipotalamus, sehingga jika kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia) dapat terjadi gangguan pematangan follikel, gangguan ovulasi dan gangguan haid berupa amenorhea (Soepardiman, 2009).

  1. B. Mekanisme

Pengendalian hormone pertama di lakukan oleh hipotalamus yang akan melepaskan hormone yang dapat menstimulasi hipofisis atau pituitary bagian anterior. Hipofisis bagian anterior akan melepaskan FSH (Follicle Stimulating Hormone) yang memacu perkembangan folikel di ovarium, sehingga folikel di ovarium dapat mengeluarkan hormone estrogen (estradiol), inhibin, dan androgen. Hormon estradiol berfungsi untuk merangsang endometrium untuk menebal, merangsang perkembangan cirri seks sekunder wanita dan melakukan feedback positif ke hipotalamus untuk pengeluaran FSH, Sedangkan inhibin melakukan feedback negative ke Hipofisis anterior untuk menghambat pengeluaran FSH (Isnaeni, 2006).

Setelah dirangsang oleh estrigen akhirnya pituitary bagian anterior dapat mengeluarakan LH. Hormon ini berfungsi untuk, sebagai tanggung jawab dalam pemasakan folikel agar dapat berkembang secara sempurna. Setelah berkembang secara sempurna dan ovum sudah terbentuk sehingga sudah keluar dari folikel , maka sisa folikel ini akan berkembang menjadi badan kuning atau sering disebut korpus luteum. Dan korpus luteum inilah yang nanti akan menghasilkan progesterone yang berfungsi untuk mempertahankan ketebalan endometrium dan berfungsi dalam perkembangan kelenjar mamae.

Apabila fertilisasi tidak terjadi, produksi progesterone akan menurun, korpus luteum akan berdegenerasi atau regersi akibat PFG2α yang dikeluarkan oleh glandula uterine akibat rangsangan dari estrogen dan lapisan uterus bersama dinding rahim luruh atau mengelupas, sehingga terjadilah perdarahan pada hewan primate. Apabila terjadi fertilisasi korpus luteum akan berubah menjadi korpus gravidatum

  1. III. Faktor, Umur dan Ciri-ciri Pubertas pada Reproduksi Betina.
    1. A. Faktor
      1. Nutrisi ; Nutrisi sangat berpengaruh sekali dengan pubertas dan merupakan faktor utama dari hewan tersebut sudah masuk dalam periode pubertas. Karena jika berat badan hewan kurang memenuhi syarat, maka hewan tersebut walaupun umurnya sudah mencukupi tetap saja tidak akan mengalami masa pubertas.
      2. Musim : Lamanya penyinaran bahkan mempengaruhi yang lebih besar terhadap timbulnya pubertas pada hewan betina. Penyinara yang panjang akan dapat merangsang aktivitas social.
      3. Sosial : Pemeliharaan yang terisolasi akan ada pengaruhnya terhadap timbulnya pubertas. Hewan yang terisolasi tidak akan mendapat rangsang seksual dan mengawini secara efisien. Jadi timbulnya pubertas akan menjadi lama, dibandingkan dengan hewan yang berinteraksi dengan yang lain.
      4. 4. Pengaruh Ternak Jantan : Stimulasi pejantan melalui kontak suara, bau, dan fisik terjadi pada system hipotalamus-hipofisis dan menyebabkan terjadnya sekresi LH dan Ovulasi (Tomaszewska, 1991).
      5. Ciri-ciri Pubertas
        1. Terjadi estrus dan ovulasi
        2. Berat badan sesuai.
        3. Umur sudah mencukupi. Dll.
  2. IV. Siklus dan Lamanya Estrus pada Masing-masing Hewan.

Siklus estrus terdiri dari proestrus, estrus, meteesrus, dan diestrus.

  1. Proestrus : Merupakan fase persiapan. Tanda-tanda yang terlihat dari luar adalah sedikit gelisah, terjadi peningkatan peredaran darah di vulva, dan masih menolak pejantan. Terdapat leleran mucus.

Jika dilihat dari dalam maka, Terjadi pertumbuhan folikel tertier menjadi de-graaf, oviduk dan dan uterus mendapat vaskularisasi lebih banyak dan menegang, lumen serviks mulai memproduksi lender, servik mulai merelak, Progestron turun dan estrogen naik.

Estrus : Mrupakan periode terhadi kopulasi. Terdapat lender yang mengalir ke vagina dan vulva dari uterus dan vulva berwana kemerah-merahan, bengkak dan hewan sering bengak-bengok. Uterus jika dipegang menggulung dan keluar lender. Estrogen tinggi dan FSH tinggi. Jika dilihat dari dalam folikel de-graff akan teraba,

  1. Meteestrus : Pada periode ini betina sudah menolak pejantan untuk melakukan kopulasi. Folikel sudah pecah, dan membentuk corpus haemoragikum. Kelenjar seviks merubah sifat hasil sekresi dari cair ke kental untuk membentuk sumbat cervik. Terjadi ovulasi dengan kadar LH yang tinggi. Biasanya terdapat perdarah pada periode ini atau metbleeding akibat penurunan kadar estrogen yang mendadak yang menyebabkan kapiler darah di uterus pecah.
  2. Diestrus : Merupakan periode yang paling panjang, tidak ada kebuntingan dan sifat hewan tenang. Uterus mulai kendor dan relaksasi dan kelenjar endometrium berdegenerasi. Korpus luteum teraba, corpus haemoragikum mengerut diawal fase ini karena dicauda sel haemoragikum tumbuh sle-sel luteum/kuning (Partodihardjo, 1987).
    1. Badak                    :  23-24 hari sekali, Lama estrus 12-24 jam (Agil, 2009)
    2. Orangutan : 26-44 hari, lama estrus 2-3 hari (Anonim, 2009 (a))
    3. Anjing       : Dewasa kelamin/Birahi pertama 8-12 bulan

Estrus 1-21 hari, Masa Subur hari 9-12

(Proestrus : 3-9 hari, Metestrus : 2 hari) (Mc. Donald, 1969)

  1. Kucing                  : Dewsa Kelamin Umur 6-9 bulan

Masa birahi 10 hari, Masa kawin 3-4 kali/tahun (Widiyono, 2008).

 

  1. I. Organ-organ Reproduksi Betina Beserta Fungsinya Masing-masing.

Ovarium pada kuda, sapi, dan anjing seperti buah kacang. Sedangkan pada babi seperti benjolan-benjolan buah anggur. Letak ovarium pada Kuda di  ventral L4 atau L5, Sapi pada :margo lateralis apertura pelvis cranialis, pada Babi bervariasi, margo lateralis apertura pelvis cranialis atau sebelah dari ren, sedangkan pada anjing caudal atau menyentuh ujung caudal ren atau ventral L3 atau L4 atau antara costae terakhir dan crista iliaca (Wendo, 2009) . Ovarium berfungsi sebagai penghasil sel telur dan mensekresikan hormone-hormon endokrin (Partodihardjo, 1987)

Oviduk terdiri dari infundibulum, ampula, dan istmus. Pada ujung cranial berbentuk corong disebut infundubulum tubae uterine. Terdapat fimbria seperti rambut-rembut yang berfungsi sebagi penangkap folikel. Di Infundibulum juga terdapat lubang pada bagian cranial disebut ostium abdominal tubae, sedangkan pada bagian caudal disebut ostium uterinum tubae (Wendo, 2009). Oviduk berfungsi anatara lain

  1. Menerima telur yang telah diovulasikan oleh ovarium
  2. Menerima spermatozoa dari uterus
  3. Menemukan ovum dan spermatozoa atau fertilisasi di ampula istmus junction
  4. Menyalurkan ovum yang telah dibuahi ke uterus
  5. Kapasitasi Spermatozoa (proses pendewasaan sperma, sehingga mampu membuahi telur) (Partodihardjo, 1987)

Uterus sebagian besar terletak pada cavum abdominis, dan sebagian kecil pada cavum pelvis. Uterus terdiri dari

  1. Cornue uteri yang tereletak pada cavum abdomis. pada sapi spiral, babi panjang, berkelok-kelok, kuda cekung ke dorsal, sedangkan anjing pendek.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Corpus Uteri, terletak sebagian besar di dalam cavum abdominis. Pada endometrium ruminansia terdapat caruncula.
  2. Cervik uteri, Berdiniding tebal, terdapat saluran yang disebut canalis sevicis Kuda dan babi terletak di sentral, ruminansia di ventral, carnivora di dorsal. juga terdapat dua lubang yaitu orificium uteri internum dan orificium uteri externum. Sedangkan bagian yang menonjol ke vagina disebut portio vaginalis uteri.

Uterus terdapat empat tipe yaitu 1. Dupleks yang merupakan uterus kanan dan kiri terpisah dan bermuara secara terpisah ke vagina, 2. Bipartil antara uterus kanan dan kiri bersatu yang bermuara ke vagian dengan satu lubang. 3. Bikornuat uterus kanan dan kiri lebih banyak yang bersatu dan bermuara ke vagina dengan satu lubang. 4. Simpleks semua uterus bersatu, sehingga hanya memiliki badan uterus.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fungsi dari uterus sendiri antara lain adalah

  1. Pada waktu estrus kelenjar endometrium menghasilkan cairan uterus, yang akan mendewasakan spermatozoa
  2. Melakukan kontraksi pada saat ovulasi, hal ini diperlukan untuk pengangkutan spermatozoa ke oviduck.
  3. Pada waktu metesetrus dan awal diestrus cairan uterus merupkan substrat yang cocok untuk pertumbuhan embrio muda.
  4. Pada waktu bunting uterus akan membesar, melahirkan akan kontraksi, pada sat partus akan terjadi pengecilan, dan pada waktu diestrus telur yang mati akan diangkut kembali.

Sedangkan untuk fungsi servik antara lain adalah

  1. Menutup lumen uterus sehingga tidak memberi kemungkinan untuk masuknya mikroba.
  2. Cairan serviks dari sel-sel goblet pada dinding lumen sebagai tanda birahi.
  3. Spermatozoa akan berenang mengeikuti arah cairan yan dikeluarkan oleh cervik.
  4. Menseleksi spermatozoa pada cairan
  5. Deposisi semen pada kuda dan babi.
  6. Sekretum mucus pada canalis servicalis menutup os serviks sebagai sumbat (Partodihardjo, 1987).

Vagina merupakan saluran reproduksi bagian interna yang paling caudal. pada bagian dorsal berbatasan dengan rectum, bagian ventral berbatasan dengan vesika urinaria, sedangkan pada bagian lateral berbatasan dengan dinding cavum pelvis. Ruang sekitar Portio vaginalis uteri disebut dengan fornix uteri, pada fornix uteri ini terkadang saat IB terjadi kesalahan masuk ke tempat ini. Sedangkan untuk batasan vagina dan vulva terdapat selaput hymen. Pada vagina juga terdapat lubang muara uretra yang disebut dengan orificium uretra externum Vagina ini berfungsi sebagai alat kopulasi dan deposisi semen pada ruminansia (Wendo, 2009).

Vulva dengan batas dorsal rectum, batas ventral dasar caum pelvis, dan batas lateral m. semimembranosus. Pada vulva terdapat celah yang disebut rima vulvae. Vulva merupakan bagian ekternal dari organ reproduksi betina. Selain vulva juga terdapat, mons pubis yang merupakan daerah teratas dari vulva yang banyak mengandung jaringan lemak, pada masa pubertas mulai ditumbuhi rambut. Juga teradat labium mayor dan minor. Terdapat juga commisura ventral yang berbentuk seperti tonjolan, terdapat juga klitoris yang merupaakn homolog dengan penis. Dan terdapat vestibulum yang merupakan daerah dengan batas atas klitoris (Soepardiman, 2009).

  1. II. Mekanisme dan Fungsi Hormonal Reproduksi Betina.
    1. A. Hormon-hormon dan fungsinya
      1. GnRH, diproduksi di hipotalamus, kemudian dilepaskan, berfungsi menstimulasi hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin (FSH / LH ).
      2. FSH (Follicle Stimulating Hormone), diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior, sebagai respons terhadap GnRH. Berfungsi memicu pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium wanita (pada pria : memicu pematangan sperma di testis).
      3. LH (Luteinizing Hormone), diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus, LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron.
      4. Estrogen, diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel di ovarium secara primer, dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal melalui konversi hormon androgen. pada pria, diproduksi juga sebagian di testis. Selama kehamilan, diproduksi juga oleh plasenta. Berfungsi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan (proliferasi) pada berbagai organ reproduksi wanita. Pada uterus : menyebabkan proliferasi endometrium. Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks dan pengentalan lendir serviks. Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina. Pada payudara : menstimulasi pertumbuhan payudara. Juga mengatur distribusi lemak tubuh. Pada tulang, estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga memicu pertumbuhan / regenerasi tulang. Pada wanita pascamenopause, untuk pencegahan tulang keropos / osteoporosis, dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik) pengganti. Juga menstimulasi PGF2α.
      5. Progesteron, Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium, sebagian diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta. Progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan yang optimal jika terjadi implantasi.
      6. 6. HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)

Hormon ini mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas (plasenta). Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal. Mungkin juga memiliki fungsi imunologik.

  1. LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolaktin

Hormon ini diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu / meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Di ovarium, prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum. Pada kehamilan, prolaktin juga diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental Lactogen). Fungsi laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama pada masa laktasi / pascapersalinan. Prolaktin juga memiliki efek inhibisi terhadap GnRH hipotalamus, sehingga jika kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia) dapat terjadi gangguan pematangan follikel, gangguan ovulasi dan gangguan haid berupa amenorhea (Soepardiman, 2009).

  1. B. Mekanisme

Pengendalian hormone pertama di lakukan oleh hipotalamus yang akan melepaskan hormone yang dapat menstimulasi hipofisis atau pituitary bagian anterior. Hipofisis bagian anterior akan melepaskan FSH (Follicle Stimulating Hormone) yang memacu perkembangan folikel di ovarium, sehingga folikel di ovarium dapat mengeluarkan hormone estrogen (estradiol), inhibin, dan androgen. Hormon estradiol berfungsi untuk merangsang endometrium untuk menebal, merangsang perkembangan cirri seks sekunder wanita dan melakukan feedback positif ke hipotalamus untuk pengeluaran FSH, Sedangkan inhibin melakukan feedback negative ke Hipofisis anterior untuk menghambat pengeluaran FSH (Isnaeni, 2006).

Setelah dirangsang oleh estrigen akhirnya pituitary bagian anterior dapat mengeluarakan LH. Hormon ini berfungsi untuk, sebagai tanggung jawab dalam pemasakan folikel agar dapat berkembang secara sempurna. Setelah berkembang secara sempurna dan ovum sudah terbentuk sehingga sudah keluar dari folikel , maka sisa folikel ini akan berkembang menjadi badan kuning atau sering disebut korpus luteum. Dan korpus luteum inilah yang nanti akan menghasilkan progesterone yang berfungsi untuk mempertahankan ketebalan endometrium dan berfungsi dalam perkembangan kelenjar mamae.

Apabila fertilisasi tidak terjadi, produksi progesterone akan menurun, korpus luteum akan berdegenerasi atau regersi akibat PFG2α yang dikeluarkan oleh glandula uterine akibat rangsangan dari estrogen dan lapisan uterus bersama dinding rahim luruh atau mengelupas, sehingga terjadilah perdarahan pada hewan primate. Apabila terjadi fertilisasi korpus luteum akan berubah menjadi korpus gravidatum

  1. III. Faktor, Umur dan Ciri-ciri Pubertas pada Reproduksi Betina.
    1. A. Faktor
      1. Nutrisi ; Nutrisi sangat berpengaruh sekali dengan pubertas dan merupakan faktor utama dari hewan tersebut sudah masuk dalam periode pubertas. Karena jika berat badan hewan kurang memenuhi syarat, maka hewan tersebut walaupun umurnya sudah mencukupi tetap saja tidak akan mengalami masa pubertas.
      2. Musim : Lamanya penyinaran bahkan mempengaruhi yang lebih besar terhadap timbulnya pubertas pada hewan betina. Penyinara yang panjang akan dapat merangsang aktivitas social.
      3. Sosial : Pemeliharaan yang terisolasi akan ada pengaruhnya terhadap timbulnya pubertas. Hewan yang terisolasi tidak akan mendapat rangsang seksual dan mengawini secara efisien. Jadi timbulnya pubertas akan menjadi lama, dibandingkan dengan hewan yang berinteraksi dengan yang lain.
      4. 4. Pengaruh Ternak Jantan : Stimulasi pejantan melalui kontak suara, bau, dan fisik terjadi pada system hipotalamus-hipofisis dan menyebabkan terjadnya sekresi LH dan Ovulasi (Tomaszewska, 1991).
      5. Ciri-ciri Pubertas
        1. Terjadi estrus dan ovulasi
        2. Berat badan sesuai.
        3. Umur sudah mencukupi. Dll.
  2. IV. Siklus dan Lamanya Estrus pada Masing-masing Hewan.

Siklus estrus terdiri dari proestrus, estrus, meteesrus, dan diestrus.

  1. Proestrus : Merupakan fase persiapan. Tanda-tanda yang terlihat dari luar adalah sedikit gelisah, terjadi peningkatan peredaran darah di vulva, dan masih menolak pejantan. Terdapat leleran mucus.

Jika dilihat dari dalam maka, Terjadi pertumbuhan folikel tertier menjadi de-graaf, oviduk dan dan uterus mendapat vaskularisasi lebih banyak dan menegang, lumen serviks mulai memproduksi lender, servik mulai merelak, Progestron turun dan estrogen naik.

Estrus : Mrupakan periode terhadi kopulasi. Terdapat lender yang mengalir ke vagina dan vulva dari uterus dan vulva berwana kemerah-merahan, bengkak dan hewan sering bengak-bengok. Uterus jika dipegang menggulung dan keluar lender. Estrogen tinggi dan FSH tinggi. Jika dilihat dari dalam folikel de-graff akan teraba,

  1. Meteestrus : Pada periode ini betina sudah menolak pejantan untuk melakukan kopulasi. Folikel sudah pecah, dan membentuk corpus haemoragikum. Kelenjar seviks merubah sifat hasil sekresi dari cair ke kental untuk membentuk sumbat cervik. Terjadi ovulasi dengan kadar LH yang tinggi. Biasanya terdapat perdarah pada periode ini atau metbleeding akibat penurunan kadar estrogen yang mendadak yang menyebabkan kapiler darah di uterus pecah.
  2. Diestrus : Merupakan periode yang paling panjang, tidak ada kebuntingan dan sifat hewan tenang. Uterus mulai kendor dan relaksasi dan kelenjar endometrium berdegenerasi. Korpus luteum teraba, corpus haemoragikum mengerut diawal fase ini karena dicauda sel haemoragikum tumbuh sle-sel luteum/kuning (Partodihardjo, 1987).
    1. Badak                    :  23-24 hari sekali, Lama estrus 12-24 jam (Agil, 2009)
    2. Orangutan : 26-44 hari, lama estrus 2-3 hari (Anonim, 2009 (a))
    3. Anjing       : Dewasa kelamin/Birahi pertama 8-12 bulan

Estrus 1-21 hari, Masa Subur hari 9-12

(Proestrus : 3-9 hari, Metestrus : 2 hari) (Mc. Donald, 1969)

  1. Kucing                  : Dewsa Kelamin Umur 6-9 bulan

Masa birahi 10 hari, Masa kawin 3-4 kali/tahun (Widiyono, 2008).

  1. Kuda
Karekteristik Keterangan
  1. Pubertas
  2. Proestrus
  3. Metestrus
  4. diestrus
  5. Anestrus

 

  1. Lama estrus
  2. Panjang siklus estrus
  3. Saat ovulasi
18 bulan (10 – 24 bulan)

2 hari

2 hari

12-13 hari

Sampai musim kawin (Mc.Donald,1969)

6 – 7 hari

21 hari (7 – 124 hari)

1 – 2 hari sebelum akhir estrus (Widiyono, 2008).

 

  1. Sapi
Karakteristik Keterangan
  1. Pubertas
  2. Proestrus
  3. Metestrus
  4. diestrus
  5. Anestrus
  6. Lama estrus
  7. Panjang siklus estrus
  8. Saat ovulasi
  9. Birahi setelah melahirkan
12 (8 – 18 bulan)

3-4 hari

2 hari

15 hari

Sampai musim kawin (Mc.Donald,1969)

16 (6 – 20 jam)

21 (14 – 24 hari)

12 (2 – 26 jam)

35 (16 – 90 hari) (Widiyono, 2008).

  1. Domba dan Kambing
Karakteristik Domba Kambing
  1. Proestrus
  2. Metestrus
  3. diestrus
  4. Anestrus

 

  1. Siklus estrus
  2. Lama estrus
  3. Estrus pertama
2 hari

2 hari

11-12 hari

Sampai musim kawin (Mc.Donald,1969)

17 hari

30 jam

Umur 8 – 10 bulan

-

-

-

 

-

14 – 21 hari

24 – 21 hari

Umur 10–12 bulan

  1. Babi
Karakteristik Keterangan
  1. Pubertas
  2. Kawin pertama
  3. Proestrus
  4. Metestrus
  5. diestrus
  6. Anestrus
  7. Lama estrus
  8. Panjang siklus estrus
  9. Saat ovulasi
  10. Jumlah ovum
  11. Saat kawin yang baik
  12. Birahi setelah melahirkan
200 hari (♀ 4 – 7 bl, ♂ 5-8 bl)

Umur 9 bulan

2 hari

2 hari

14 hari

Sampai musim kawin (Mc.Donald,1969)

2-3 hari (1 – 5 hari)

21 hari (18 – 24 hari)

12 – 48 jam setelah awal estrus

10 – 20 ova

Hari ke-2 estrus

2 -7 hari  (steril), 3-5 hari setelah anak disapih (Widiyono, 2008).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Anonim. 2009 (a). Orangutan (Pongo Pygmaeus). http://x-jungle.blogspot.com/

(diakses pada tanggal 21 Desember 2009)

 

Agil, Muhammad. 2009. Badak Sumatera.

http://www2.kompas.com/ver1/negeriku/PadamuNegeri.

(diakses pada tanggal 21 Desember 2009).

Isnaeni, W. 2006. Fisiologi Hewan. Yogyakarta : Penerbit Kanisius

McDonald, L.E., 1969, Veterinary Endocrinology and Reproduction, Lea & Febringer,

Philadelphia.

Partodiharjo, Soebadi. 1987. Ilmu Reproduksi Hewan. Jakarta : Mutiara Sumber Widya.

 

Soepardiman, 2009. Anatomi dan Fisiologi sistem Reproduksi Wanita.

http://www.geocities.com/Yosemite/Rapids/1744/cklob5.html.

 

Wendo, Woro, Drh. 2009. Struktur Makroanatomi Organ Genitalia Betina

(Kuliah Pengantar Blok 6 Pada tanggal 26 Mei Tahun 2009)

Widiyono, Irkham. 2008. Hewan Produksi Ruminantia dan Non Ruminantia.

( kuliah Pengantar S-1 angkatan 2008, tanggal 21 Oktober 2008)

 

Wodzicka, M. Tomaszewska. Sutama, I K. Putu, I.G. Chaniago, T.D. Reproduksi, Tingkah

Laku dan Produksi Ternak di Indonesia. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Anonim. 2009 (a). Orangutan (Pongo Pygmaeus). http://x-jungle.blogspot.com/

(diakses pada tanggal 21 Desember 2009)

 

Agil, Muhammad. 2009. Badak Sumatera.

http://www2.kompas.com/ver1/negeriku/PadamuNegeri.

(diakses pada tanggal 21 Desember 2009).

Isnaeni, W. 2006. Fisiologi Hewan. Yogyakarta : Penerbit Kanisius

McDonald, L.E., 1969, Veterinary Endocrinology and Reproduction, Lea & Febringer,

Philadelphia.

Partodiharjo, Soebadi. 1987. Ilmu Reproduksi Hewan. Jakarta : Mutiara Sumber Widya.

 

Soepardiman, 2009. Anatomi dan Fisiologi sistem Reproduksi Wanita.

http://www.geocities.com/Yosemite/Rapids/1744/cklob5.html.

 

Wendo, Woro, Drh. 2009. Struktur Makroanatomi Organ Genitalia Betina

(Kuliah Pengantar Blok 6 Pada tanggal 26 Mei Tahun 2009)

Widiyono, Irkham. 2008. Hewan Produksi Ruminantia dan Non Ruminantia.

( kuliah Pengantar S-1 angkatan 2008, tanggal 21 Oktober 2008)

 

Wodzicka, M. Tomaszewska. Sutama, I K. Putu, I.G. Chaniago, T.D. Reproduksi, Tingkah

Laku dan Produksi Ternak di Indonesia. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

 

Btuh gambar dan makalah asilinya, bsa minta ke saya, melaui email : iimmaamm@gmail.com

About these ads

Perihal imam abror
Belajar menjadi yang terbaik di mata Alloh. Hidup ini singkat dan hanya satu kali, manfaatkan tidak hanya untuk kepentingan sendiri, tapi untuk kepentingan orang banyak, Alloh beserta orang-orang yang peduli….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: