Perkembangan dan sistem pernafasan vertebrata


Tujuan Pembelajaran :             1. Bagaimana Sistem Pernafasan pada Vertebrata (Topography, Fungsi, dan Struktur)

2. Bagaimana Perkembangan Sistem Pernafasan

  • Bagaimana Sistem Pernafasan pada Vertebrata (Topography, Fungsi, Struktur)
  • Topography, Fungsi dan Struktur Makroanatomi

–          Pisces

Struktur makroanatomi pernafasan dari ikan dimulai dari insang, ikan teleostei tidak mempunyai operculum atau tutup insang. Bagian-bagian dari insang meliputi :

  1. Arcus branchialis : Bentukan ini terdiri dari jaringan tulang dan kartilago, pada ikan selachei atau ikan elasmobranchi arcus branchialisnya tebal mempunyai lanjutan yang anajang dan ujungnya melengkung yang dinamai septum branchiale. Arcus branchiale ini jga disebut lengkung insang yang berwarna putih. Dan terdapat rigi-rigi sepasang untuk jaringan air pernapasan.

Topography : Terletak di bawah dari lamella

Fungsi : Tempat menempelkan holobranchiae dan tempat menyaring air

  1. Hemibranchia : Hemibranchia disebut juga lembaran insang. Berwana merah terdiri dari jaringan lunak, yang melekat pada arcus branchialis. Hemibranchaia banyak menagndung pembulih darah sebagai cabang arteria branchialis, sehingaga disana terjadia pertukaran gas.

Topography : terletak dibagian atas dari arcus branchialis

Fungsi : Terdapat pembuluh darah didalamnya, sehingga berfungsi untuk pertukaran gas.

  1. Holobranchiae : Holobranchiae merupakankedua hemibranchia yang melaekat pada arkus braanchialis. Jumlah insang pada tiap-tiap sisi jumlahnya lima buah.

Topography dan fungsi sama dengan himibranchiae (Anonim, 2008).

–          Amphibi

Pada saluran pernapasan amphibi tidak memapunayi trakhe dan terdiri dari

  1. Nares anteriores
  2. Cavum nasi
  3. Nares posteriores
  4. Cavum oris
  5. Otot sternohiodeus

Fungsi : Mengkontraksi rongga mulut, sehingga rongga mulut membesar dan udara masuk ke choanae

  1. Otot geniohiodeus

Fungsi : sebagai alat kontraksi sehingga rongga mulu mengecil (Anonim, 2000).

  1. Larynx

Fungsi : Memasukkan dan mengeluarkan udara, pada amphibi jantan terdapat vocal cord untuk menghasilkan suara (Anonim. 2009)

Topography : Bagian ventral terdapat m. Sternohyoideus dan m. Omohyoideus

  1. Bronchus : Pendek
  2. Pulmo : Pulmo merupakan kantong elastic ynag terdapat banyak lipatan. Dalam keadaan baru pulmo berwarna kemerah-meahan karena msih banyak mengandung kapiler darah.

Topography : Terdapat di rongga pleuropeitonium

10.  Selain menggunaka alat tersebut pernapasan pad amphibi juaga menggunakan kulit pada waktu didarat maupun dia air. Salah satu yang memungkinkan amphibi menggunakan kulir saat proses pernapasan adlah kulitnya tipis dan kaya kapiler-kapiler darah lanjutan dari arteri kutanea cabang dari arteri pumonalis, yang memabawa darah venous menuju kulit.

11.  Tidak kalah penting adalah pembuluh darah diadalam cavum oris juga penting untuk pernapasan (Anonim, 2008)

–          Reptil

  1. Nares Anteriores
  2. Cavum Nasi
  3. Nares Posteriores
  4. Cavum Oris : Pada celah dibelakang lingua menuju ke laring terdapat rima glottidis
  5. Larynx : Larinng ini tersusun dari tulang rawan.
  6. Trakhea : Trakhe amerupakan lanjutan dari larynx, bentuknya panjng. dinding tersusun atas lingkaran-lingkaran tulang rawan yng disebut Annulus trakhealis. Pada daerah thorak trachea terjadi percabangan dua bronchus dexter dan sinister. dan percabangan tersebut dinamakan bifurcatio trachea.
  7. Bronchus : Lnjutan dari trachea dan masuk serta bercabang-cabang didalam pulmo.
  8. Pulmo : Pulmo ini sepasang yaitu dexter dan sinister. Struktur dalamnya seperti rumah tawon.

Topography : Terletak di rongga pleuroperitonium

–          Aves

  1. Nares anteriores ; Atau lubang hidung yang terletak dipangkal rostun bagian dorsal. Jumlahnay sepasang.
  2. Nares Posteriores : Merupakan lubang pada palatum.
  3. Larynx : Terdiri dari tulang rawan, ada yang membaatasi denagn suatu ruangan yang disebut glottis. sedangkan larynx dihubbungkan dengan mulut dengan celah perantara yang disebut Rima Glottidis.
  4. Trakhea : Berupa pipa ada cincing tulang rawan yang disebut annulus trakhealis yang tesusun sepanjang trachea keaah percabangan bifurcation trakhealis yang memisahkan bronchus menjadi dua yaitu dexter dan sinister.
  5. Syrinx : Syrinx ini terletak pada bifuracatio trachea. yang tersusun dari annulus trakhealis yang caudal dan annulus bronkhealis yang cranial. Syrinx ini membatsi suatu ruangan yang aagak melebar yang disebut tympanum. pada bagian tercaudal dari trakhea terdapat suatu tulang rawan yang melintang dari ventral ke dorsal yang disebut pessulus. Pessuulus ini menyokong suatu lipaang yang disebut membrane semilunaris, dan ada lagi membrane tympani formis interna et externa.

Topography : Terletak pada pangkal trachea (Anonim, 2000).

  1. Pulmo : Letak dari pulmo ini biasanya di menempel pda dinding dorsal thoak diantara costae. dan dibungkus oleh selaput yang dinamakn pleura. Pulmo ini sepasang dan berbentuk spons. Pada burung odo columbivia dan gallus pulmonya ini mempunyai hubungan dengan kantong-kantong hawa yang disebut saccus pneumaticus. Saccus pneumaticus yang terdapat pada gallus pada khususnya bermacam-macam
    1. saccus cervicalis : sepasang, dan terletak di leher.
    2. saccus interclavicularis : tunggal dan terletak di antara coracoids.
    3. saccus Axillaris : meupakan percabangan lteral dari intercalvicularis dan terlatak pada ketiak.
    4. Saccus thoracalis anterior : terletak pada ruang dada sebelah muka.
    5. Saccus thoracalis posterior : terletak pada ruang dada sebelah belakang.
    6. Saccus Abdomianalis : Terletak pada abdominal dan dilindungi oleh lingkaran intestinum (Anonim. 2008)

Saccus pneumaticus juga berhubungan dengan tulang-tulang panjang.

Fungsi saccus pneumatikus : Menyimpan udara, membantu pernafasan terutama saat terbang,  Menyimpan cadangan udara (oksigen),  Memperbesar atau memperkecil berat jenis, pada saat burung berenang,   Mencegah hilangnya panas tubuh yang terlalu banyak, membungkus alat-alat dalam dengan ruangan udara sehingga dapat menghindari kedinginan (kusmandanu, 2001).

–          Mamalia

  1. Nares Anteriores

Cavum Nasi : Terdiri dari dua dexter dan sinister yang dipisahkan ole septum nasi.

Fungsi : Memanasi udara respirasi, Menangkap bau/pembau, Filtrasi udara (membasahi dan membebaskan debu)

  1. Nares Posteriores : merupakan lubang hidung didalm cavum oris.
  2. Glottis

Fungsi : Untuk membuka dan menutup saat makanan atau udar lewat.

  1. Larynx : Terletak di belakang pharynx, rongganya disebut additus laryngis. Hubungan larynx dengan pharynx melalui suatu celah disebut rima glottidis. Larynx ini terdiri dari bebeapa tulang rawan diantaranya adalah Epiglottidis, CArtilago trycoidea, Cartilago cricoidea, dan caartilago arythenoidea.

Fungsi : pengatur udara inspirasi dan ekspirasi, menghalangi benda asing yang diinhalasikan,dan sebagai pembentuk suara

Topography : Bergantung di bawah cranium dengan perantara thyrohyoid os hyoideum Pada mandibula bagian caudal, kiri kanan tertutup oleh glandula parotis Bagian dorsal terdapat permulaan oeshophagus

  1. Cartilago Thyroidea :

Cartilago ini tersusun atas dua lempeng quadrilated kiri dan kanan yang berfusi di bagian ventralnya, Pada beberapa spesies corpusnya memiliki prominentia ventral dan prominentia laryngea. Pada manusia prominensia ini disebut “adam’s apple” (jakun). Margo dorsalis masing-masing lamina memiliki tonjolan ke rostral dan caudal membentuk cornu rostral dan caudal

Topography : terletak di sebelah rostral cart cricoidea

  1. Cartilago arytenoidea

Cartilago ini mirip pyramid dengan 3 sisi. Puncaknya menghadap kerostral, sedang basisnya menghadap ke caudal, Dari luar tampak memiliki 2 permukaan, satu menghadap ke dorsal dan muka yang lain menghadap ke lateral. Ke dua permukaan dipisahkan di dasar cartilage oleh suatu tonjolan: processus muscularis dimana m. Cricoarytenoideus melekat. Pada basis cartilago disisi dalam, margo ventralis membentuk suatu sudut yang disebut processus vocalis yang merupakan tempat bertautnya ligamentum vocalis

Topography : Cartilago arytenoidea terletak di bagian rostral dan dorsal tiap sisi cartilago cricoidea, serta bagian dorsal lamina cartilago thyroid

  1. Cartilago corniculata:

Cartilago ini berbentuk seperti tanduk kambing, basis cartilago dilekatkan pada apex cartilago arytenoid yang berdekatan, dan cartilage ini tidak ada pada kucing

  1. Cartilago epiglotis

Pada saat menelan, epiglotis terdorong ke caudal sehingga menutup glotis untuk mencegah material asing masuk ke trachea. Apex cartilago ini meruncing pada kuda, kambing dan kucing, pada sapi, domba dan babi bulat. Disebelah dorsal cartilago ini melekat pada bagian caudal palatum

Topography : Terletak di caudal pangkal lidah dan bagian rostral mengarah ke cartilago thyroidea dan arytenoidea

  1. Cartilago cuneiformis

Cartilago ini hanya dijumpai pada kuda dan anjing. Pada kuda bararticulasio dengan basis lateral epiglotis dan menonjol ke arah caudo dorsal. Pada anjing berarticulatio dengan apex dan cartilago aryteniodea yang berdekatan dan menonjol kearah rostroventral menghadap epiglotis

10.  Trakhea : Trakhea diperkuat oleh cicin tulang rawan yang disebut annulus trachealis. Panjang dan jumlah cincin trachea:

  1. Kuda dan ruminansia  : 48-60 buah
  2. Anjing                         : 42-46 buah
  3. Kucing                                    : 38-43 buah
  4. Babi                             : 32-36 buah

Topography : Trachea terbentang tepat di dorsal basis cordis, sejajar dengan vertebrae thorac ke 5 (Wijayanto, 2009).

11.  Bronchus : Terdiri dari sinister dan dexter, percabangannya disebut bifurcation trachea. diperkuat oleh cincin tulang rawan yang disebut annulus bronkhealis. diadalm pulmo bronchus ini akan bercabang-cabang menjadi bonkhiolus selanjutnya bercabang menjadi bronchus respiratoriius sejanjutnya menjadi duktus alveolaris, selanjutnya menjadi infundibulaum dan selanjutnya menjadi alveolus.

12.  Pulmo : terdiri dari dua yaitu sinister yang terdiri dari dua lobus suprius dan infeius, dn dexter yang terdiri dari tiga lobus inferius, medius dan superius (Anonim, 2008).

  • Struktur Mikroanatomi
  1. A. Hidung

Pada daerah ini terdapat struktur spesifik berupa rambut dan lain sebagainya. Hidung juga merupakan daerah olvaktorius atau daerah penciuman. Pada daerah hidung terdapt jaringan erektil yang benyak mengandung pembuluh darah, dan berfungsi sebagai tempat mengatur sushu udara yang masuk dan mengatur proses kelembapan udara. Kelenjar pada hidung terletaka diadaerah reapirasi dan olfaktoia. kelenjar tersebut berfungsi sebagai penjaga permukaan agar tetap lembab dan untuk menangkap debu. Kelenjar olfaktoria befungsi untuk membasahi daerah kemoreseptor. Ada tiga macam sel olafaktorius, yaitu ssel-sel olfaktorius, sel-sel penunjang, dan sel-sel basal (Nicolory, 2009).

  1. Trakhea

Lamina epitealis mukosanya pada tunika mukosa berbentuk epithelium psedokolumner kompleks bersilia dengan sel piala. Pada struktru histology trachea ini lamina propia mukosa dengan tunika mukosa tidak ada batas yang jelas. Tela propia submukosa kaya serabut elastic dan kelanjar campuran. Sedangkan pada landak kaya pembuluh daah an pembuluh limpa tetapi miskin kelenjar. Terdapat kartilago hialin yang berbrntuk sepeti tapal kuda yang befungsi sebagai penyokong dinding. Terdapat lapisan otot polos dan muskularis trakhealis yang berada di bagian dorsal trachea. Pada hewan karnivora teletak dia bagian sisi eksernal kartilago, sedangkan untuk ruminantia dan babi, kuda beada dibagian sisi internal katilago.

  1. Bronkus mamalia

Sma halnya dengan trachea lumen bronchus juga dibatasi oleh epithelium psedokolumner simpleks deengan sel piala. Lamina propia mukosa dikelilngi datu lapis otot polos yang tersusun miring dan otot tersebut sebagai lamina muskularis mukosa.

  1. Bronkiolus

Pada bronkiolus tidak mempunyai kartilago dan kelenjar kecuali kucing yang kadang meluas sampai bronkiolus. Lamina muskularis mukosa pada bronkiolus tesusun spiral atu miring. Bronkiolus besar dibatsi oleh epithelium kolumne simpleks bersilia. sedangkan bronkiolus kecil semakin ke distal silia semakin menghilang.

  1. Bronkiolus Respiaratorius

Bronkolus ini merupkan cabang terakhir dari bronkiolus terminalis, pada dindingnya banyak mengandung alveoli dan masih ada otot polos.

  1. Duktus Alveolaris

merupakan percabangan dari bronkiolus respiratorius. Seluruhnya dibangun oleh alveoli.

  1. Sakus alveolaris

Merupakan percabangan dari duktus alveolaris. paada sakus alveolaris ini otot polos sadah tidak ada. dan terakhir setelah sakus alveolaris maka akan membentuk alveolus.

  1. Pulmo

Pada pulmo mamalia paru dibungkus oleh pleura visceralis tebal pada hewanbesar dan pleura visceralis tipis pada karnivora. Pleura visceralis inni ddilapisi oleh mesotelium yang berepitel skuamus simpleks dengan jaringan ikat kaya seabut elastic dan otot polos. Bagian inferior paru mamalia memili jala jaringan iakt kay serabut elastic yang menyokong pohon bronchial. Sedangkan pada paru-paru unggas didalmnya sudah ada bronkus intrapulmonalis primer yang merupakan pecabangan dari bonkus ekstra pulmonalis. pada bronkus primer dibatsi oleh epiteilum pseudokolumner kompleks dengan kelenjar mukosa dan sel piala. Kartilago berbentuk lempeng, banyak seabut elastic. Bronkus prime akan membentuk bronkus sekunder yang dibatasi oleh epitellium kolumne simpleks besilia dengan kelenjar mukosa dan lamina muskularis mukosanya sangat mencolok. Setelah itu bronkus sekunder akan membentuk bronkus tersier atau parabronkus. yang dibatasi oleh epithelium kuboid simpleks. Didalm pulmo unggas ini jug tedpat vesikel udara atua atria yang membentuk jala-jala luas saling menghubungkan parabronkus. dn juga ada kapiler udara yang merupakan bagian terujung dari paru. Paru-paru unggas tidak mempunayai alveolus. pulmo unggas ini juga berhubaungan dengan saccus pneumaticus melalui bronkus.

  1. Insang

Pada teleostei atau ikan bertulang rawan mempunyai lima pasang insang. Tetapi yang memainkan peranan penting dalam proses respirasi hanya empat pasang. karena yang bagian yang terakhir mengalami transformasi kedala tulang paringeal. dan lima pasnag insang tersbut terletak di arkus insang. Insang terdiri dua lamella primer dan sekunder, lamella primer terdiri dari kartilago, system vaskulaisasi, dan epithelium multilayer. Sedangkan untuk lamella sekunder organ terluar disebut epithelium respirasi yang tipis tedapat mikrovili dan mikroridges. Pada epitel lamella juga banyka didukung oleh sel pillar yang bersifat kontraktil dan terisah oleh saluran kapiler (Anonim, 2009)

  • Perkembangan Sistem Pernafasan

Pada mulanya saluan pernapasna itu tumbuh dari faring yaitu saluran pencernaan awal yang terletak diantara stomodeum dan esophagus. yang terdiri dari dari kantung insang, divertikulum bakal paru dan gelembung renang. Muara dari kantung insang disebut celah insang, pada pisces 5-6 pasang, pada amphibian 2-3 pasang, dan pada eptil pada awal perkembangaannya terdaapat celah insang dan kemudian menutup pada perkembangan lanjutan. sedangkan apada aves dan mamalia celah insang tidak tumbuh karena insang tidak tebentuk.

Sedangkan untuk gelembung renang beasal dari evaginasi atap atau lantai dan erdapat pada teleostei. sedangkan untuk bakal paru berkembang dari divertikulum atau penggantungan pada lantai faring didaerah kantong insang ke empat.

Perkembangan saluran penapasan terbentuknya dari lekuakn dilanti foregut pada daerah kantong faring ke empat atau laringo-trachealgrovee. memenjang dan tumbuh membentuk divertikulum atau kantong. kemudian becabang ke dexter dan sinister. Pada divertikulum utama tumbuh memebentuk trakhe, sedangkan pada divrtikulum cabang yang sepasang membentuk bronchus dan paru-paru. Tau untuk lebih jelasnya, perkembangan pertama dari tabung laryngo-trakeal yang menyampit dipangkal lekukan membentuk septa trkhel-esogeal, sehingga foegut di daerah tesebut tesusun atas primordia esophagus bagian dorsal, dan primordia tabung layngo trakeal bagian ventral.Bagian cranial dari septa trachea esophageal membentuk pharynx. Tabung laringo-trakel bagian dalam berasal dari lapisan endodermal, sedangkan bagian luarnya berasal dari splangnik mesoderm. Lapisan esodermal menyusun epiteium respirasi dan kelenjar mukosa serta submukosa. sedangkan untuk splangnik mesoderm menyusun jaringan ikat di lamina propia, cinicin kartilgo, otot polos, pembuluh darah dan pembuluh limfe. Untuk larynx berkembang dari daerah cranial tabung laringo-trakeal dan untuk trachea, bronkus, dan paru-paru berasal dari tabung laryngo trakeal yang memanjang.

Perkembangan paru-paru menurut struktur histologinya memerlukan liam tahap. 1. Tahap embrional, tahap ini dimulai dari terbentuknya tabung laingo trakeal sampai terjadinya segmentasi bronchus. Sedangkan bakal pulmo berada di rongga pleura prikardial dan dikelilingi oleh pleua visceralis.  2. Tahap kedua adalah tahap glandular : pada tahap ini paru-paru sedang berkembang memanjang ke daerah mesenkim untuk membentuk kelenjar eksokrin pada tahap  ini komponen konduksi dan komponen selluler yang meliputi sel epitel, kartilago, kelenjar dan otot polos sudah terbentuk, serta vaskularisasi juga sudah terbentuk.  3. Tahap ketiga adalah tahap kanalikuler, pada tahap ini lumen bronchus dan bronchioles membesar, serta bronchioles terminalis memebentuk bronchioles respiratoius yang berhubungan dengan pembuluh darah.  4. Tahap keempat, tahap ini adalah tahap terminal, tahpa ini terjadi pembentukan sakus terminalis dari bronchioles respiratorius.  5. Tahap kelima adalah tahap terbentuknya alveoli dengan sel penyusunnya, sel tersebut adalah sel pneumanosit tipe satu yang berfungsi untuk petukaran udara. Yang kedua adalh sel pneumanosit tipe II sebagai penghasil surfaktan untuk mencegah kolaps (Pangestiningsih, 2009).

Daftar Pustaka

Anonim. 2000. Sistem Respirasi pada Hewan. http://free.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/Biologi%202.htm

(Diakses pada tanggal 10 Februari 2009)

Anonim. 2008. Sistem Pernapasan. http://asyikipa.blogspot.com/

(Diakses pada tanggal 10 Februari 2009)

Anonim. 2008. Pengantar Praktikum Anantomi Comparative. FKH UGM. Yogyakarta

Anonim, 2009. Petujuk Praktikum Mikroanatomi Blok 4: Sistem Respirasi. UGM. Yogyakarta

Kusmandanu. 2001. Sistem Organ Faal pada Aves. http://kusmandanuunindra4.blogspot.com/2009_02_01_archive.html.

(Diakses pada tanggal 10 Februari 2009)

Nicolory. 2009.  Struktur Mikroanatomi system respirasi

(Kuliah Pengantar Blok 4 Pada tanggal 11Februari Tahun 2009)

Pangestiningsih, Tri W. 2009. Perkembangan sistem Pernapasan Pada Vertebrata

(Kuliah pengantar blok 4 pada tanggal 10 Februari 2009)

Wijayanto, Hery. 2009.  Systema Respiratoria

(Kuliah pengantar blok 4 pada tanggal 10, 11 Februari 2009)

Categories: Kuliah | 7 Komentar

Navigasi pos

7 thoughts on “Perkembangan dan sistem pernafasan vertebrata

  1. Eddie

    Tks. buat nambah referensi

  2. mohon britahu 25 hewan besreta alat pernafasan

  3. mohon di jawab tau ga

    • Mohon maaf bru bsa bls…..

      banyak sekali mas
      pernafasan hewan bermacam-macam
      1. Paru-paru : hewan mamalia, aves (dibantu dengan saccus pneumaticus)
      2 Insang : pisces
      3. kulit..

  4. april

    sangat membantu🙂

  5. Penjelasannya bagus, tapi masih kurang untuk perkembangan sistem pernapasan pada aves, yaitu: proses terbentuknya Saccus pneumatikus belum ada dengan proses pembentukan insang pada ikan. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: