system urogenital dan organ genita betina


Tujuan Pembelajaran   :           1. Mengetahui Anatomi Perkembangan system urogenital.

2. Mengetahui Anatomi Komparasi Organ Genital Betina pada Vertebrata

3. Mengetahui Struktur Histologi Organ Genital Betina

4. Mengetahi Hormon yang Berpengaruh terhadap Kelamin Betina

  • Anatomi Perkembangan system urogenital.

Perkembangan diawali dengan terbentuknya lapisan mesoderm di kedua sisi bumbung neural, notokorda dan endoderm pada periode tubulasi

Mesoderm tersebut terdiri atas 3 bagian:

Epimere               di bagian dorsal                mioselom

Mesomere           di bagian tengah               nefroselom

Hypomere       di bagian latero ventral        splangnoselom

Pada mesomer akan terpisah membentuk genital ridge yang bakal menjadi organ genitalis dan akan membentuk nefrotom yang bakal menjadi organ ginjal dan memiliki rongga yang disebut nefroselom.

–          Perkembangan Sistem Uropoetika

Pada perkembangan ini akan dimulai dari perkembangan system uropoetika, Pada saat mesomer sudah membentuk nefrotom, maka nefrotom akan tersegmentasi secara metamerik dari anterior tubuh sampai posterior tubuh (seperti somet). somit ini nanti akan membentuk pada bagian dorsal sklerotum yang akan menjadi skleroton, pada bagian lateral dermotom yang akan menjadi kulit sedangakan pada bagian medial miotom yang akan menjdi otot skelet. Nefroselom (rogga nefrotom) akan berhubungan dengan rongga tubuh (selom) melalui saluran sempit. Pertumbuhan pada ginjal menempuh tiga tahap

  1. Pronefros, ginjal primitive atau pertama, tersusun sevara metamerik, berfungsi pada berudu dan pisces. Berasal dari nefrotom segmen paling anterior, yang letaknya dekat jantung. Setiap nefron memiliki nefrostom untuk menerima ampas metabolisme dari selom dan tubulus yang menyalurkan zat buangan menuju ke dorso lateral tubuh. Setiap tubulus bermuara pada sepasang saluran pronefros (= spr)  yang terdapat di sisi dorsal tubuh. Saluran kemih tersebut bermuara ke kloaka bagian posterior.  Terdapat glomus (=gl) yang merupakan glomerulus primitif dan letaknya menjorok mendekati nefroselom. Glomus mengandung jalinan arteri namun tidak dibungkus kapsul Bowman. Pronefros kemudian beratropi sampai hilang dan digantikan oleh mesonefros yang tumbuh di posteriornya. Saluran kemihnya berubah menjadi saluran kemih mesonefros.
  2. Mesonefros, ginjal kedua atau trnsisi, tersusun secara metamerik, berfungsi pada pisces dan amphibi dewasa. Setiap nefron memiliki glomerulus dan nefrostom. Glomerulus berada dalam kapsul Bowman. Pada segmen-segmen paling posterior, nefron-nefron tidak memiliki nefrostom lagi, tinggal glomerulus. Saluran kemih sepasang disebut duktus Wolffi. Pada Pisces dan Amphibia, duktus ini sekaligus sebagai epididimis dan vas deferens. Pada Mammalia, mesonefros bekerja sama dengan placenta sebagai alat pembuangan.
  3. Metanefros, ginjal ketiga atau definitive, tersusun secara non metamerik, berfungsi pada reptilia, aves dan mamalia. Pada ayam berkembang sejak hari ke-5 pengeraman, sedangkan pada manusia ketika panjang embrio 6 mm. Tumbuh setelah mesonefros beratrofi; berada di posterior mesonefros. Nefron tidak mengandung nefrostom lagi, hanya glomerulus. Perkembangan saluran uropoetika berasal dari 2 daerah:

a. Evaginasi duktus Wolffi daerah kaudal ke latero anterior membentuk duktus baru yang akan menjadi ureter, pelvis dan saluran kemih

b. Nefrotom yang berada di posterior bekas mesonefros, membentuk nefron dan tubulus, kemudian bertemu dengan saluran kemih yang tumbuh dari divertikulum duktus Wolffi

Duktus Wolffi pada jantan berubah fungsi menjadi duktus genitalis yaitu duktus epididimis dan vas deferens. Pada betina, duktus Wolffi beratropi, sisanya pada waktu dewasa dijumpai dekat ovarium, disebut epoophoron dan paroophoron

Pada Amfibia, vesika urinaria berkembang sebagai divertikulum ventral kloaka, sedangkan pada Pisces berasal dari evaginasi bagian kaudal duktus Wolffi. Reptilia dan Aves tidak memiliki vesika urinaria.

Pada Mammalia, karena berkembangnya septa maka kloaka terbagi menjadi vesica urinaria, rektum dan sinus ourogenitalis. Vesika urinaria menerima urin dari ureter. Pada betina, vesika urinaria bermuara sendiri ke luar tubuh, sedangkan pada jantan uretra bergabung dengan vas deferens membentuk duktus urogenitalis yang berada dalam penis.

–          Perkembangan System Genitalia

Pada Perkembangan system Genitalia berasal dari genital ridege yang terdiri tas sel-sel germinatif primitive, epitel germinal, serta jaringan rete dari mesonefros. Pada awalnya gonad bersifat bipotensi atau indiferen sehingga tidak bisa dibedakan antara ovarium dan testis.  Genital ridge tersusun atas gamet (sel induk benih), sel interstitial yang bersal dari mesenkim mesoderm, dan epitel mesoderm yang merupakan pelapis genital ridge yang berbentuk sex cord. Genital ridge terbagi atas Korteks yang pada jantan mengalami degenerasi sedangkan pada betina korteks berkembang dan mengandung sel germinal betina (oogonium) membentuk ovarium.  yang kedua adalah Medula yang pada jantan membentuk tubuli seminiferi yang terisi sel germinal jantan (spermatogonia) dan jartingan interstitiel testis, sedangkan pada betina tidak berkembang.

Salura genital pada jantan terbentuk dari duktus wolffi atau duktus mesonefros yang bagian anterior menjadi duktus epididimis dan bagian posterior sampai di kloaka menjadi vas deferens. Sedangkan Kelenjar prostata dan kelenjar Cowperi (glandula bulbo urethralis) berasal dari divertikulum endoderm urethra yang dibungkus oleh jaringan pengikat dan otot dari mesenkim disekitarnya. Untuk Kelenjar vesikula seminalis berasal dari divertikulum duktus Wolfii. Dan Penis berasal dari evaginasi ektoderm yang terbentuk bersama dengan terbawanya sinus urogenitalis dari kloaka sehingga penis mengandung duktus urogenitalis.

Saluran genital betina berasal dari duktus mulleri yang berasal dari perkembangan ductus paramesonephridicus, kemudian menjadi saluran sendiri yang membentuk oviduk, uterus dan vagina dengan dilapisi oleh jaringan pengikat dan sel mesenkim disekitarnya. Duktus Mulleri mempunyai ostium di ujung anterior untuk menampung ovum pada saat ovulasi, disebut ostium tubae abdominal. Pada Euteria, sebagian vagina berasal dari endoderm yang berdelaminasi dari kloaka. Duktus Mulleri kiri-kanan bersatu dibagian posterior membentuk bagian uterus dan vagina. Pada vertebrata lain kedua duktus tetap terpisah satu sama lain. Sedangkan Clitoris berasal dari evaginasi ektoderm.

(Pangestiningsih, 2009).

  • Anatomi Komparasi Organ Genital Betina pada Vertebrata
  1. Pisces

Organ Genitalia pada pisces sepasang, Terletak didalam abdomen bagian lateral, atau diantara usus dan pneumatocyst. Ovariumnya berbentuk seperti agar-agar jernih berbintik-bintik putih yang sebenranya adalah sel-sel telur/ovum. Pembuahan pada pisces terjadi secara eksterna.

  1. Amphibi

Pada ovarium amphibi Terdapat ova dan corpus adiposum, ova merupakan sel penghasil kelamin, sedangakan corpus adiposum merupakan jaringan lemak yang berwarna kuning. Ovarium dan corpus adiposum sama-sam berasal dari plika genitalis. Penggantung ovarium adalh plika genitalis.

Sedangkan pada oviduk merupakn saluran yang berkelok-kelok, dimulai dari infundibulum dengan lubang yang disebut ostium abdominale. Terdapat kelenjar-kelenjar yang mengeluarkan secret yang menjadi selubung telur tertier. Pelebaran oviduk disebut uterus, tetepi uterus ini belum sempurna.

  1. Reptil

Ovariumnya sepasang dan berbentuk ovoid. Oviduck terletak di lateral dari ovarium. Oviduk dimaulai disebelah cranial dengan pelebaran sebagai corong “Ostium Abdominale” dan bermuara ke kloaka.

  1. Aves

Pada aves oragn yang berkembang hanya sebelah kiri saja. Sedangkan bagian kanan rudimenter. Ovarium yang berkembang hanya sebelah kiri saja, kecuali pada burung elang. Oviduk bentuk yang masih muda berupa saluran lurus yang bermuara ke kloaka. Oviduk terdiri dari, Infundibulum tubae yang berbentuk corong dengan lubangnya yang disebut ostium abdominal. Yang kedua adalah tuba yang banyak terdapat kelenjar – kelenjar. Dan yang ketiga adalah uterus yang merupakan bagian tuba yang membesar (Anonim, 2009).

  1. Mamalia

Ovarium pada kuda, sapi, dan anjing seperti buah kacang. Sedangkan pada babi seperti benjolan-benjolan buah anggur. Letak ovarium pada Kuda di  ventral L4 atau L5, Sapi pada :margo lateralis apertura pelvis cranialis, pada Babi bervariasi, margo lateralis apertura pelvis cranialis atau sebelah dari ren, sedangkan pada anjing caudal atau menyentuh ujung caudal ren atau ventral L3 atau L4 atau antara costae terakhir dan crista iliaca.

Oviduk terdiri dari infundibulum, ampula, dan istmus. Pada ujung cranial berbentuk corong disebut infundubulum tubae uterine. Terdapat fimbria seperti rambut-rembut yang berfungsi sebagi penangkap folikel. Di Infundibulum juga terdapat lubang pada bagian cranial disebut ostium abdominal tubae, sedangkan pada bagian caudal disebut ostium uterinum tubae.

Uterus sebagian besar terletak pada cavum abdominis, dan sebagian kecil pada cavum pelvis. Uterus terdiri dari

  1. Cornue uteri yang tereletak pada cavum abdomis. pada sapi spiral, babi panjang, berkelok-kelok, kuda cekung ke dorsal, sedangkan anjing pendek.
  1. Corpus Uteri, terletak sebagian besar di dalam cavum abdominis. Pada endometrium ruminansia terdapat caruncula.
  2. Cervik uteri, Berdiniding tebal, terdapat saluran yang disebut canalis sevicis Kuda dan babi terletak di sentral, ruminansia di ventral, carnivora di dorsal. juga terdapat dua lubang yaitu orificium uteri internum dan orificium uteri externum. Sedangkan bagian yang menonjol ke vagina disebut portio vaginalis uteri.

Uterus terdapat empat tipe yaitu 1. Dupleks yang merupakn uterus kanan dan kiri terpisah dan bermuara secara terpisah ke vagian, 2. Bipartil antara uterus kanan dan kiri bersatu yang bermuara ke vagian dengan satu lubang. 3. Bikornuat uterus kanan dan kiri lebih banyak yang bersatu dan bermuara ke vagina dengan satu lubang. 4. Simpleks semua uterus bersatu, sehingga hanya memiliki badan uterus.

Vagina merupak sluran reproduksi bagian interna yang paling caudal. pda bagian dorsal berbatasan dengan rectum, bagian ventral berbatsan dengan vesika urinaria, sedangkan pada bagian lateral berbatasan dengan dinding cavum pelvis. Runga sekitar Portio vagianalis uteri disebut dengan fornix uteri, pada fornix uteri ini terkdang saat IB terjadi kesalahan masuk ke tempat ini. Sedangkan untuk batasa vagina dan vulva terdapat selaput hymen. Pada vagian juga teradapat lubang muara uretra yang disebut dengan orificium uretra externum. (Wendo, 2009).

Vulva dengan batas dorsal rectum, bats ventral dasar caum pelvis, dan batas lateral m. semimembranosus. Pada vulva terdapat celah yang disebut rima vulvae. Vulava merupakan bagian ekternal dari oragan reproduksi betina. Selain vulva juga terdapat, mons pubis yang merupakn daerah teratas dari vulve yang benyak mengandung jaringan lemak, pada masa pubertas mulai ditumbuhi rambut. Juga teradat labium mayor dan minor. Terdapat juga commisura ventral yang berbentuk seperti tonjolan, terdapat juga klitoris yang merupakn homolog dengan penis. Dan terdapat vestibulum yang merupakn derah dengan batas atas klitoris (Soepardiman, 2009).

  • Struktur Histologi Organ Genital Betina
  1. Ovarium

Jaringan dasar ovarium disebut dengan stroma yang mengandung serat jaringan ikat, otot polos, dn pembuluh darah

Badan Ovarium terdiri dari dua daerah yang pertama adalah

  1. Cortex, dilapisi epitelium kuboid simpleks (epitelium germinalis), dengan bertambahnya umur akan menjadi epitelium skuamus simpleks. cortex ini terletak disebelah dalam tunika albuginea, yang menyelaputi medulla. stroma kortek terdiri dari jalinan serat retikulosa dan sel berbentuk gelondong mirip otot polos. tetpi sel tidak mengandung myofillament Dalam stroma cortex banyak terdapat folikel. Folikel itu terdiri dari oosit yang diselaputi sel-sel folikel. Ada lima macam folikel didalm kortek
    1. Folikel muda terdiri dari oosit besar yang berinti ekstrinsik (agak ke pinggir) dan selaputi sel-sel folikel yang gepeng, banyak gelembung kecil dan mengandung nucleolus besar, tampak kromosom, alat golgi berkembang, benyak mitokondria kecil dan sitoplasma yang banyak gelembungnya
    2. Folikel primer, oosit membesar, sel folikel jadi kubus atau batangbanyak butir lemak dan ribosom bebas sel folikel jadi kubus
    3. Folikel sekunder, oosit mencapai besar maksimal dan lataknya ekstrinsik dalam folikel
    4. Folikel tertier terbentuk rongga dalam folikel dan beisi cairan folliculi.
    5. Folikel graaf, oosit diselaputi beberapa lapis sel granulose. Oosit kini disebut dengan ovum
  2. Medulla

Stroma medulla terdiri dari sel fibroblast, serat elastic dan otot polos, banyak pembuluh darah yang tersu mencapai cortex (yatim, 1994).

  1. Oviduk

Disebut juga tuba fallopii, dindng terdiri dari tiga lapis mukosa, otot dan serosa. sel epitel mukosa berbentuk batang selapis atau beberapa lapis. Ada dua macam sel epitelbersilia dan mengetahkan. Sel yang bersilia berfungsi untuk mengayuhkan ovum dan spermatozoa agar lancar bergerak ke tempat pembuahan. Sedangkan sel penggetah atau sel secretory berfungsi untuk menggetahkan lendir yang tanpa itu silia tidak dapat berfungsi (Yatim, 1994). Tunika mukosa mempunyai plika longitudinal. Lamina epitelium mukosa berbentuk epitelium kolumner simpleks bersilia (kinosilia) atau tidak bersilia (sekretorik), sedangkan pada babi dan sapi berbentuk psedukolumner selang-seling. Untuk  Lamina propria-submukosa berbentuk jaringan ikat longgar non kelenjar. Dan tunika muskularis          paling berkembang di ismus, otot  polos sirkuler tebal dan longitudinal tipis (Ariana, 2009). Lapisan otot polos menyebabkan tuba mapau bergerak, sedangakan lapisan serosa terdiri dari jaringan ikat dan mempunyai lamina vaskularisasi.

  1. Uterus

uterus terdiri dari korpus, kornu dan serviks. Dinding uterus terdiri dari tiga lapisan,

  1. Endometrium, Lamina epitelialis mukosae berbentuk kuboid atau kolumner simpleks pada kucing, anjing dan kuda. Sedangkan pada sapi dan babi berbentuk kompleks atau pseudokolumner kompleks. Untuk  Lamina propria-submukosa  terdiri dari jaringan kolagen longgar, leukosit, mononukleus dan netrofil, Glandula uterina  bentuk tubuler, simpleks atau tubuler simpleks, bercabang. Pada kuda, babi dan , ruminansia mungkin sangat tergulung, epitelium kadang bersilia. Lamina propia sub-mukosa kaya vaskularisasi dan pada ruminansia terdapat karankula.
  2. Miometrium, terdiri dari otot polos, lamina sirkuler  interna yang tebal dan lapisan longitudinal luar yang tipis. Di antara lapisan ini terdapat stratum vaskulare yang kaya vaskularisasi dan saraf. Stratum vaskulare pada babi tidak jelas, pada sapi berada setengah luar tunika muskularis sirkuler.
  3. Perimetrium atau serosa yang merupakn penerusan peritoneum, Tunika serosa menciri, banyak vasa limfe.
  4. Serviks

Lamina epitelialis mukosaenya pada sapi dan anjing berbentuk skuamus kompleks, sedangkan pada kuda dan spesies lain berbentuk kolumner simpleks bersilia. Epitelium permukaan serviks sapi bersifat glanduler, ada kanina terutama terdiri sel mirip sel piala. Lamina propria-submukosa berisi jaringan ikat longgar padat. Pada sapi tanpa kelenjar, pada kanina ditemukan kelenjar tubuler simpleks. Tunika muskularis terdiri dari lamina sirkuler dan lamina longitudinal yang kaya serabut elastic, Serviks berplika longitudinal, terkadang berplika sekunder dan tersier

  1. Vagina

Lamina epitelialis mukosae berbentuk skuamus kompleks tanpa kelenjar. Pada sapi, sel piala terdapat di bagian kranial organ. Pada anjing, kelenjar intraepitelial ada selama estrus. Pada anjing selama anestrus, berubah epitelium skuamus ke kuboid kompleks. Sedangkan pada karnivora, vagina dibatasi epitelium skuamus kompleks keratinsasi tebal selama estrus.

Lamina propria-submukosa berisi jaringan ikat kolagen longgar atau padat dengan nodulus limfatikus tersebar. Tunika mukosa dan submukosa sangat berlipat-lipat. Tunika muskularis terdiri dari 3 lapisan lamina longitudinal interna, lamina sirkuler  dan lamina longitudinal eksterna. Terakhir Tunika serosa di sebelah kranial organ, tunika adventisia di sebelah kaudal. Di ruang subserosa ditemukan beberapa otot polos sebagai lanjutan ligamentum lata uteri.

  1. Vulva

Terdiri dari labia dan vestibulum

Pada labia terdapat Lipatan integumen yang mempunyai struktur menciri seperti integumen. Sedangkan pada vestibulum terdiri dari Tunika mukosa  Lamina epitelialis mukosae berbentuk epitelium skuamus kompleks tanpa kornifikasi dengan infiltrasi limfosit padat,  Lamina propria-submukosa terdiri dari jaringan ikat dan padat yang kaya serabut elastic, dan tunika muskularis yang terdiri dari lamina longitudinal interna dan lamina sirkuler lateral. Pada  batas vestibulum dan uretra terdapat ruang karverna dekat tunika muskularis. Ruang itu  hanya 2/3 uretra pada domba, kambing dan kucing. Tunika serosa tipikal (Ariana, 2009).

  • Hormon yang Berpengaruh terhadap Kelamin Betina
  1. GnRH, diproduksi di hipotalamus, kemudian dilepaskan, berfungsi menstimulasi hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin (FSH / LH ).
  2. FSH (Follicle Stimulating Hormone), diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior, sebagai respons terhadap GnRH. Berfungsi memicu pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium wanita (pada pria : memicu pematangan sperma di testis).
  3. LH (Luteinizing Hormone), diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus, LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron.
  4. Estrogen, diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel di ovarium secara primer, dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal melalui konversi hormon androgen. pada pria, diproduksi juga sebagian di testis. Selama kehamilan, diproduksi juga oleh plasenta. Berfungsi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan (proliferasi) pada berbagai organ reproduksi wanita. Pada uterus : menyebabkan proliferasi endometrium. Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks dan pengentalan lendir serviks. Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina. Pada payudara : menstimulasi pertumbuhan payudara. Juga mengatur distribusi lemak tubuh. Pada tulang, estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga memicu pertumbuhan / regenerasi tulang. Pada wanita pascamenopause, untuk pencegahan tulang keropos / osteoporosis, dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik) pengganti.
  5. Progesteron, Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium, sebagian diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta. Progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan yang optimal jika terjadi implantasi.
  6. 6. HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)

Hormon ini mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas (plasenta). Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal. Mungkin juga memiliki fungsi imunologik.

  1. LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolaktin

Hormon ini diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu / meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Di ovarium, prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum. Pada kehamilan, prolaktin juga diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental Lactogen). Fungsi laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama pada masa laktasi / pascapersalinan. Prolaktin juga memiliki efek inhibisi terhadap GnRH hipotalamus, sehingga jika kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia) dapat terjadi gangguan pematangan follikel, gangguan ovulasi dan gangguan haid berupa amenorhea (Soepardiman, 2009).

Daftar Pustaka

Aninim. 2009. Sistem Reproduksi.

http://zonairfanto.wordpress.com/2009/02/15/sistem-reproduksi/.

(diakses pada tanggal 26 Mei 2009).

Ariana, drh. 2009. Makroanatomi Organ Genitalia Betina

(Kuliah Pengantar tanggal 27 Mei 2009)

Pangestiningsih, Tri W. 2009. Perkembangan Organ Urogenital

(Kuliah Pengantar tanggal 27 Mei 2009)

Soepardiman, 2009. Anatomi dan Fisiologi sistem Reproduksi Wanita.

http://www.geocities.com/Yosemite/Rapids/1744/cklob5.html.

Yatim, wildan. 1994. Embryologi. Bandung: tarsito.

Wendo, Woro, Drh. 2009. Struktur Makroanatomi Organ Genitalia Betina

(Kuliah Pengantar Blok 6 Pada tanggal 26 Mei Tahun 2009)

Categories: Kuliah | 7 Komentar

Navigasi pos

7 thoughts on “system urogenital dan organ genita betina

  1. nur

    good…. thx…

  2. bagus artikelnya,,,, lumayan komplit…. kulih jurusan ap mng?

  3. bang bisa cariin anatomi urogenital tolong ya bang..

  4. eldias

    artikelnya bagus.. makasih ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: